Maling dan Penadah Ponsel Dibekuk Polsek Wonocolo Surabaya

Anggota Tim Antibandit Polsek Wonocolo Surabaya membekuk maling ponsel dan penadahnya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/Luhur Pambudi
Rio dan Benny saat diinterogasi Kapolsek Masdawati Saragih di Halaman Mapolsek Wonocolo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Tim Antibandit Polsek Wonocolo Surabaya membekuk maling ponsel dan penadahnya.

Mereka bernama, Rio Yagandara (25) warga Gubeng, Surabaya, sebagai, eksekutor pencurian ponsel, dan Benny Mahardika (38) warga Sukomanunggal, Surabaya, sebagai penadah ponsel hasil curian.

Keduanya hanya tertunduk lesu saat dikeler ke Halaman Mapolsek Wonocolo.

Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih mengatakan, Rio merupakan pegawai sebuah booth stand penjualan ponsel yang ada di sebuah mall perbelanjaan di Jalan Raya Margorejo, Wonocolo, Surabaya.

Rio nekat mencuri sebuah ponsel baru lengkap dengan kotak dan suratnya, karena terdesak kebutuhan biaya lebaran, saat itu.

Zona Merah di Jatim Sisa 7 Daerah, 213.211 Warga Jatim Sudah Dites Massal, Khofifah: Kami Komitmen

Kepergok Punya Selera Sama dengan Wanita Masa Lalu Anang, Ashanty: Aku Gak Mau Pake, Azriel Teriak

RSD dr Soebandi Jember Kini Bisa Tes Swab via Alat PCR Bantuan BNPB, Sehari Periksa 200 Spesimen

"Dia nyuri di konter dia sendiri. Alasannya untuk lebaran. Dari penadah yang kami tangkap, dia tidak tahu hasil curian," ujarnya di Halaman Mapolsek Wonocolo, Senin (22/6/2020).

Pelaku berhasil dibekuk setelah penyidik Unit Reskrim Polsek Wonocolo, menelusuri bukti rekaman video Closed Circuit Television (CCTV) yang terdapat di tempat kerja pelaku.

"Kemudian dari baju yang digunakan pelaku, disitulah kami mencari pelaku," ujarnya.

Saat diperiksa, lanjut Masdawati, Rio ternyata menjual ponsel itu ke seorang rekannya bernama Benny, yang memiliki toko reparasi ponsel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

"Akhirnya kami periksa dan kami geledah, kemudian dia mengakui dialah yang mencuri, lalu dijual ke seseorang," pungkasnya.

Seraya menundukkan kepala Rio mengakui perbuatannya itu. Dan kini dia menyesal harus berurusan dengan hukum dikawal istrinya tengah mengandung anak kedua.

"Udah nikah saya. Anak saya 1, sekarang istri hamil. Saya menyesal, dan bersyukur bisa ditangkap polsek, bisa sadar," ungkap Rio.

Penyesalan serupa juga dirasakan oleh Benny. Ia mengaku tak menyangka jika ponsel yang ditawarkan oleh Rio seharga Rp 1.9 Juta itu ternyata hasil mencuri ditempat kerjanya.

"Iya saya menyesal, ini jadi pembelajaran pertama dan terakhir. Gak nyangka. Saya enggak pernah jadi penadah. Saya cuma servis hp," pungkas Benny.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved