Antisipasi Bahaya Kebakaran Hutan di Nganjuk, Polisi Bersama Perhutani Mulai Pasang Spanduk Imbauan

Memasuki musim kemarau, jajaran Polsek Ngluyu Nganjuk bersama Perum Perhutani mulai melakukan antisipasi terjadinya kebakaran hutan.

ISTIMEWA
Personil Polsek Ngluyu Polres Nganjuk dan Petugas Perhutani usai memasang sepanduk imbauan kewaspadaan terjadinya bahaya kebakaran di musim kemarau. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Memasuki musim kemarau, jajaran Polsek Ngluyu Nganjuk bersama Perum Perhutani mulai melakukan antisipasi terjadinya kebakaran hutan.

Hal itu dilakukan dengan memasang spanduk imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Kapolsek Ngluyu Polres Nganjuk, Iptu Roni Andrias Suharto menjelaskan, sepanduk-spanduk tersebut dipasang di tempat-tempat yang rawan akan terjadinya kebakaran. Seperti di kawasan hutan, lahan kosong, dan wilayah perbukitan yang ada di Kecamatan Ngluyu.

Telepon Terakhir Prajurit TNI sebelum Gugur di Kongo, Istri Nangis Ingat Janji: Pulang Lebih Cepat

Curhat Istri Anggota TNI yang Gugur di Kongo, Tunggu Video Call Lagi, Malah Staf TNI Bawa Kabar Duka

AC Milan Masih Gantung Zlatan Ibrahimovic, Masih Bakal Bertahan di Giuseppe Meazza Musim Depan?

"Sepanduk imbauan itu itu sengaja kami pasang di tempat yang rawan terjadinya kebakaran bedasar dari hasil pemetaan yang kami lakukan, ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan saat memasuki musim kemarau sekarang ini," kata Roni Andrias Suharto, Rabu (24/06/ 2020).

Dengan adanya sepanduk imbauan tersebut, dikatakan Roni Andrias, pihaknya mengharapkan dan berupaya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga serta merawat lingkungan.

Salah satunya dengan bersama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Diantaranya dengan tidak sembarang membuang puntung rokok, karena puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi salah satu faktor Penyebab kebakaran.

Sambut Era New Normal, Malang Town Square Pakai Teknologi Pencatat Tamu: Pantau Pengunjung Real Time

Tragedi Maut Pasangan Selingkuh di Bali, Minum Racun Bersama hingga Tulis Ancaman: Tunggu Kehancuran

Disamping itu, menurut Roni Andrias, warga diimbau untuk tidak membuka ladang atau membersihkan kebun dengan cara dibakar.

Ini dikarenakan tindakan membuka lahan atau membersihkan kebun dengan cara dibakar bisa menimbulkan bahaya kebakaran.

Apalagi di musim kemarau adanya tiupan angin cukup kencang seringkali menimbulkan kobaran api dengan cepat membakar dan menjalar kemana-mana.

Bantu Kinerja Pemkab, PKK Banyuwangi Siap Kawal Penerapan New Normal di Tingkat Keluarga

Pemkot Batu Kucurkan Anggaran Ratusan Juta Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Untuk itu, tambah Roni Andrias, peran empat pilar yakni Kepala Desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta Perhutani dalam mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk meminimalisir terjadinya kebakaran terutama memasuki musim kemarau sekarang ini di wilayah Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk sangat diperlukan.

"Hal itu juga dilakukan dengan meningkatkan intensitas Patroli diwilayah binaan dan harus selalu peka setiap adanya pembakaran hutan oleh oknum warga," tutur Roni Andrias didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved