NEWS VIDEO: Kembali Dibuka, Ekowisata Mangrove Wonorejo Terapkan Satu Jalur Bagi Pengunjung

Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Mulyorejo kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung di masa transisi new normal.

TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Pengunjung saat dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Mulyorejo kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung di masa transisi new normal

Protokol kesehatan tersebut diantaranya dengan penerapan one gate system atau pemberlakuan satu jalur. Hal ini dilakukan agar pengunjung tak saling berpapasan untuk mencegah penularan Covid 19. 

“Pengunjung ekowisata mangrove akan masuk melalui pintu utama dan akan keluar di area sentra kuliner. Jadi dalam satu jalur perjalanan akan ada petugas di tiga titik yang langsung mengrahkan ke pintu keluar,” ungkap M Suwito, Koordinator Mangrove Wonorejo, Rabu (24/6/2020). 

Dampak PSBB Surabaya, Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya Lumpuh Total

Teliti Ekosistem Mangrove Wonorejo, Pemkot Surabaya Gandeng Tenaga Ahli dari Kitakyusu Jepang

Lanjut Suwito, protokol kesehatan lain juga diperketat sejak dimulai penerapannya, Jumat (19/6/2020). 

Seperti wajib masker, cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermal gun untuk pengunjung. 

Meski tutup selama hampir tiga bulan, Hutan Mangrove Wonorejo tidak mengalami perubahan jam operasional. Yakni buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. 

“Untuk jam opersional tetap, karena jika kita memperpendek atau mengubah akan mengecewakan pengunjung yang mungkin datang dari daerah jauh misalnya,” pungkasnya. 

Terkait traffic pengunjung, Suwito mengaku mengalami peningkatan hampir 50 persen setiap harinya. 

“Awal buka masih biasa, sekitar 200 pengunjung. Sedangkan pada hari libur mulai mengalami kenaikan pengunjung hingga 400,” katanya. 

Meskipun jauh dari jumlah pengunjung sebelum pandemi, Suwito mengaku tetap mengupayakan keamanan pengunjung selama transisi new normal berlangsung. 

“Sebelumnya sampai gembus 6000 pengunjung, tapi demi keamanan pengunjung seandaianya ramai, tetap akan kita batasi yang masuk,” tutup Suwito.

Penerapan protokol kesehatan yang dirasa efektif bagi keamanan pengunjung diakui oleh Dilla (17). Ia mengaku memiliki ras aman dengan sistem protokol kesehatan yang mulai diperketat. 

“Bagus, jadi kita gak saling berpapasan, tetap bisa rekreasi dengan cukup aman saya rasa,” katanya.  

Penulis: Mayang Essa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved