Diwaduli Paguyuban Pengusaha Soal Penutupan Jalan Cerme-Benjeng, Gus Yani: Ini Bahan Evaluasi Kita

Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani diwaduli para paguyuban perusahaan

Istimewa
Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani diwaduli para paguyuban perusahaan 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani diwaduli para paguyuban perusahaan.

Sebanyak 26 paguyuban perushaan Cerme - Benjeng mendatangi kantor DPRD Gresik.

Mereka memprotes pemortalan jalan yang dilakukan secara sewenang-wenang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di jalan raya Metatu, Benjeng pada beberapa hari lalu.

Mereka menuntut agar rencana pemkab Gresik melakukan pemortalan dibatalkan.

Para pengusaha yang berada di Benjeng akan kesulitan akses saat menjalankan usaha.

Nurany, seorang pengusaha menyebut Kabupaten Gresik tidak sejalan dengan pemerintah pusat yang gencar membuka jalan seperti di luar Jawa.

Presiden Jokowi Minta Jatim Turunkan Kasus Covid-19 Dalam Dua Minggu, Begini Tanggapan Risma

"Presiden buka jalan tol di Sumatera, Papua buka jalan. Gresik kok malah terbelakang, jalan diportal," ujarnya.

Padahal izin usaha lengkap, SIUP lengkap, membayar pajak yang juga tidak murah.

"Semua izin untuk apa kalau semua diportal. 23 Juni kemarin jalan diportal. Jika Pemkab tidak mengizinkan kami disitu monggo kami direlokasi. Silahkan beli lahan kami dan direlokasi," kata dia.

Pihaknya mengaku tidak pernah diajak bicara terkait pemortalan jalan.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved