Jawab Kebutuhan Warga Terdampak Covid-19, Kampung Tangguh di Lamongan Dirikan Warung Gotong Royong

Gerakan kepedulian terhadap sesama di masa pandemi Covid-19, tumbuh begitu subur di Kabupaten Lamongan.

TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Para ibu - ibu yang terlibat dalam pelayanan di warung gotong royong yang diperuntukkan bagi warga terdampak Covid - 19, Kamis (25/6/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Gerakan kepedulian terhadap sesama di masa pandemi Covid-19, tumbuh begitu subur di Kabupaten Lamongan.

Seperti yang dilakukan oleh warga Jetis Indah, Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamongan, yang mendirikan warung gotong royong.

Warung gotong royong yang menyediakan berbagai macam bahan makanan tersebut, terbentuk atas inisiatif warga di lingkungan Jetis Indah yang merupakan salah satu kampung tangguh tanggap Covid-19 di Lamongan.

GTPPC Lamongan Bersama Perumda Pasar Luncurkan Aplikasi POL

Lamongan Masuk Perhatian Bawaslu sebagai Daerah Rawan Tinggi di Pilkada

New Normal, Gugus Lamongan Bakal Luncurkan Sekolah Tangguh, Libatkan Guru dan Siswa Lawan Covid-19

"Di warung gotong royong, ada sembako berupa beras, gula, minyak, mie, dan juga sayuran dan lauk pauk," kata Lurah Jetis Sri Wahyujati, Kamis (25/6/2020).

Diungkapkan, berdirinya warung gotong royong didasari adanya warga yang terdampak Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai masalah kesehatan hingga masalah ekonomi.

Partisipasi masyarakat dalam menghadapi permasalahan sosial di lingkungan Jetis Indah ini, secara langsung berperan aktif membantu mengidentifikasi dan memberikan bantuan sembako, sayuran dan lauk pauk secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak pandemi ini.

Berbagai bahan makanan mulai dari sawi, sop, cabai, bawang, tomat, telur, tempe hingga tahu yang tersedia di warung gotong royong merupakan sumbangan dari warga.

"Apa yang tersedia di warung itu berasal dari swadaya masyarakat baik berupa uang maupun barang," katanya.

Bagaimana cara masyarakat mendapatkannya ? pengambilan berbagai sayuran dan lauk-pauk di warung gotong royong diutamakan warga yang kurang mampu dan warga yang terdampak Covid-19 secara ekonomi.

"Mereka yang berhalangan datang, akan diantar oleh petugas untuk dikirim ke rumah masing-masing. Sedangkan selebihnya bisa dimanfaatkan oleh warga yang lain," ungkapnya.

Warung gotong royong di Jetis Indah, Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamongan tersebut mulai terbentuk tanggal 25 Maret dan buka setiap hari mulai pukul 15.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Tapi memasuki masa transisi new normal, mulai tanggal 15 Juni kemarin, buka seminggu 3 kali, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat, pada jam yang sama.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved