Emil Dardak Bagi Pengalaman Kelola Ekosistem Laut ke UN, Bahas Sampah Plastik hingga Adopsi Sungai

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mendapat kesempatan berbagi pengalaman provinsi Jawa Timur dalam mengelola ekosistem laut.

ISTIMEWA
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak saat menjadi pembicara dalam webinar yang diselenggarakan UN Ocean Conference 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mendapat kesempatan berbagi pengalaman provinsi Jawa Timur dalam mengelola ekosistem kelautan pada UN Ocean Conference, Kamis (25/6/2020).

UN Ocean Conference adalah sebuah konferensi yang diselenggarakan secara virtual oleh lembaga PBB UN-DESA (United Nations Department of Economic and Social Affairs).

Dalam kesempatan itu, Emil Dardak menggunakan bahasa Inggris saat memaparkan komitmen Pemprov Jawa Timur dalam mewujudkan tujuan ke-14 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) yaitu terjaganya ekosistem kelautan.

Ucapan Ibu Mertua Bongkar Sikap Zaskia Gotik, 1 Pesan Sebelum Pisah Balik ke Jakarta: Jangan Marah

Emil menyampaikan, luas lautan di Jawa Timur lebih besar dari luas daratan, di mana Jatim memiliki garis pantai sepanjang 3.498 Km dan luas lautan sebesar 54.718 Km2, serta memiliki 427 pulau.

"Pemprov Jatim berkomitmen menjalankan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil agar pengelolaan ekosistem laut untuk tujuan pariwisata, pelabuhan, penambangan, perikanan, energi, industri dan kebandaraan terlaksana dengan keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup laut," kata mantan Bupati Trenggalek ini.

Gubernur Jatim, lanjut Emil juga telah menerbitkan SE Gubernur no.360/765/208.1/2019 tentang imbauan bebas kemasan plastik.

Kisah Sejoli Gagal Nikah karena Ternyata Kakak Beradik, Hamil & Pacaran 5 Tahun, Fakta Pilu Terkuak

BREAKING NEWS: Tertangkap 2 Pelaku Pembunuhan Wanita Muda di Jurang Pacet, Motif Masih Digali Polisi

Dengan SE tersebut diharapkan ribuan ton sampah plastik yang dihasilkan setiap harinya di Jatim dapat direduksi secara signifikan.

Emil juga menyampaikan pentingnya kesinambungan hulu hilir, dimana ekosistem laut harus dikelola terpadu dengan ekosistem sungai.

Ia memberi ilustrasi pengelolaan Sungai Brantas, dimana lebih dari 40 persen penduduk Jatim berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, dan terdapat kerawanan polusi di sungai tersebut.

BERITA TERPOPULER JATIM: Dosen di Malang Dilecehkan Pria Asing hingga Kades Bantu Ibu Melahirkan

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved