Besok, KPU Lamongan Siap Verifikasi Calon Independen, Ini yang Wajib Dipatuhi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan mulai menyiapkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas verifikasi faktual pasangn bakal calon Bupati

SURYA/HANIF MANSHURI
Komisioner KPU Lamongan saat rekapitulasi suara di hall Grand Mahkota jalan Sunan Drajad, Sabtu (4/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan mulai menyiapkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas verifikasi faktual pasangn bakal calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan.

Proses verifikasi dukungan pasangan calon jalur perseorangan ini akan dimulai pada, Senin, 29 Juni mendatang.
Ketua KPU Lamongan Machrus Ali mengatakan, APD ini akan dipakai oleh petugas yang turun langsung ke masyarakat untuk melakukan verifikasi faktual dukungan.

"APD untuk petugas ini, akan didistribusikan bersamaan dengan dokumen verfak. Penyedia siap untuk mendistribusikan Minggu besok ke seluruh tempat yang akan dilakukan verfak," kata Machrus Ali pada wartawan di kanto KPU Lamongan, Sabtu (27/6/2020).

Meski penyedia APD telah berjanji akan mendistribusikan pada Minggu esok, lanjut Machrus, pihaknya tetap meminta agar petugas yang akan turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

Langkah antisipasi tersebut, diantaranya dengan menyediakan APD secara mandiri.

Anak John Kei Kuak Fakta Kedekatan Nus Kei VS Keluarga, Ada Perubahan Besar: Sejak di Nusakambangan

Kembali Buka, 200 Orang Datang ke Jatim Park 2 untuk Berwisata

Lion Air Group: Persyaratan Terbang New Normal Lebih Sederhana, Penumpang Wajib Bawa 3 Surat Ini

"Kita minta minimal Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk antisipasi menyediakan secara mandiri, berupa masker, faceshield, handsanitizer dan sarung tangan plastik," ujarnya.

Terkait anggaran pengadaan untuk APD petugas, diambilkan dari anggaran ploting termin pertama ini yaitu sebesar Rp. 10,2 M dari APBN.

Sebagai langkah antisipatif, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Bawaskab dan LO untuk disepakati tentang hal-hal terkait teknik pelaksanaan verifikasi faktual ini.

Akan didistribusikan bersama dokumen verifikasi faktual. Anggaran ploting termin pertama ini Rp. 10,2 M dari APBN.

Petugas Verifikasi akan mendapatkan bimbingan teknis serta menjalani rapid test terlebih dulu. Dan ketika terjun ke lapangan, petugas juga tetap menerapkan protokol kesehatan.

PPS diwajibkan mengenakan masker, sarung tangan serta membawa hand sanistizer. Ini dilakukan sesuai surat edaran KPU RI, demi pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Machrus mengungkapkan, tahapan Verfak ini sendiri akan berlangsung selama dua pekan, mulai 29 Juni hingga 12 Juli mendatang. Mahrus menjelaskan, pelaksanaan Verfak berkas dukungan Balon perseorangan dilakukan dengan metode sensus sesuai dengan petunjuk dari KPU RI dimana petugas mendatangi langsung setiap tempat tinggal pendukung.

"Proses penelitian berkas dukungan bakal calon perseorangan tingkat kelurahan/desa dilaksanakan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Setiap satu tempat tinggal pendukung hanya didatangi satu PPS dan tetap ada pengawas dari Bawaslu. Hasil verifikasi selanjutnya dikumpulkan kepada PPK untuk diteruskan ke KPU Kabupaten," ungkapnya.

Hingga berakhirnya pendaftaran untk pasangan jalur perseorangan ada satu paslon independen yang menyerahkan berkas hingga penutupan pendaftaran pada 23 Februari 2020, yakni pasangan Suhandoyo-Suudin dengan syarat minimal dukungan 68.673 pemilih.

Pilkada Lamongan sendiri dijadwalkan pada Desember 2020 dengan dftar pemilih tetap tercatat sebanyak 1.056.5050 pemilih.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved