Virus Corona di Surabaya

Universitas Narotama Lakukan Penyuluhan ke Warga Terkait Protokol Kesehatan Era New Normal

Penyuluhan dan Bakti Sosial bertemakan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19 di Balai Puri Sejahtera RT. 36 RW. 03 Desa Sidokepung, Buduran Sidoarjo,

Zainal Arif/Tribunjatim
Universitas Narotama Surabaya melakukan penyuluhan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dimasa transisi era new normal, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Narotama Surabaya mengadakan Penyuluhan dan Bakti Sosial bertemakan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19 di Balai Puri Sejahtera RT. 36 RW. 03 Desa Sidokepung, Buduran Sidoarjo, Sabtu (27/6/2020).

Sedangkan penyuluhan sendiri dilakukan oleh tim dosen Fakultas Hukum yang terdiri atas Tutiek Retnowati, Evi Retno Wulan, Widyawati, Arief Dwiatmoko, Heru dan Suwardi.

Sebanyak 40 warga yang hadir telah dipastikan menjalankan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki tempat acara, serta diwajibkan menggunakan satu set masker dan sarung tangan.

Tutiek menyampaikan kepada masyarakat, era New Normal bukanlah mengandung arti kembali ke masa normal seperti sediakala. Melainkan menjalani hidup dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, hal ini dikarenakan masyarakat terpaksa harus hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Kita harus mengantisipasi diri kita sendiri dengan protokol kesehatan. Kalau tidak penting sekali, jangan keluar rumah. Kalau memang harus, maka kita harus disiplin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, siap sedia membawa hand sanitizer, dan menjaga jarak,” ujar Tutiek.

2 Pria Sampang Coba Jual Motor Bodong di Facebook Berakhir Dibui, Tak Tahu Ada Polisi Patroli Cyber

Anak John Kei Kuak Fakta Kedekatan Nus Kei VS Keluarga, Ada Perubahan Besar: Sejak di Nusakambangan

Pembebasan Lahan Sudah Rampung, Jalan Tol Kertosono-Kediri Ditarget Rampung Akhir Tahun 2022

Terutama, bagi masyarakat yang memiliki usia di atas 60 tahun, Titiek berpesan agar selalu memperhatikan lingkungan sekitar karena potensi untuk terpapar virus lebih besar.

“Kita sangat rentan terkena penularan dari orang lain. Salah satu yang harus memperhatikan sekitar mereka adalah anak-anak muda yang imunnya kuat sehingga kadang tidak merasa jika mereka adalah orang tanpa gejala (OTG),” jelasnya.

Terutama karena Jawa Timur saat ini menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disebabkan karena tingkat kesadaran warga terutama dalam hal penggunaan masker masih sangat kurang.

"Masih banyak sekali masyarakat terutama generasi muda yang berkerumun tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Ini akan membuat penanggulangan Covid-19 menjadi semakin sulit,” katanya.

Sementara itu, Iwan Sumarmo selaku ketua kelas dan ketua panitia mengungkapkan penyuluhan ini dapat terselenggara atas kebersamaan dan kekompakan mahasiswa.

“Kita ingin sekali mengedukasi warga dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini. Semoga setelah adanya penyuluhan ini kita semua dapat menghargai dan menjaga protokol kesehatan demi kesehatan kita semua,” tutur Staf Kementrian Kehutanan itu.

Dari pihak masyarakat, Azhari selaku Ketua RT menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas acara penyuluhan ini.

“Mudah-mudahan acara ini bermanfaat secara langsung untuk mengubah mindset masyarakat menjadi lebih saling menjaga kesehatan satu sama lain,” tutupnya.

Selain edukasi, diakhir kegiatan dilakukan pembagian sembako dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Narotama Surabaya untuk diberikan kepada masyarakat. (zia/Tribunjatim.com)

Penulis: Zainal Arif
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved