Berita Viral

Viral Video Satpol PP Sita KTP Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Bukan Terjadi di Kota Malang

Video penyitaan KTP pada pelanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona viral di media sosial.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tangkapan layar video viral di media sosial, memperlihatkan petugas satpol PP melakukan penindakan dengan menyita KTP. Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi, menegaskan video tersebut tak terjadi di Malang, Minggu (28/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebuah video penyitaan KTP pada pelanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona ( Covid-19 ) viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Dalam video berdurasi satu menit 11 detik tersebut, terlihat seorang petugas satpol PP menindak masyarakat yang tidak memakai masker.

Dalam video tersebut, juga diberikan penjelasan bahwa masyarakat wajib memakai masker.

Bila tidak, maka akan dilakukan penindakan dengan dilakukan penahanan KTP selama 14 hari.

Selain itu di dalam penjelasan, juga disebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi di kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

TribunJatim.com kemudian langsung mengonfirmasi kebenaran video tersebut kepada Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi.

3 Wahana Hawai Group Malang Kembali Buka, Sambut New Normal: Pengunjung Wajib Taat Protokol Covid-19

Ganja Paling Digemari Pelajar Mahasiswa Kota Malang, Makin Marak Saat Pandemi, Mengira Polisi Kendor

"Itu video bukan terjadi di Kota Malang. Namun terjadi di daerah lain," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (28/6/2020).

Ia menjelaskan, memang di dalam Perwali no 19 Tahun 2020, telah tercantum sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Di mana sanksi terberat adalah penyitaan sementara KTP. Namun pengembalian KTP yang disita paling lama selama 3 hari," jelasnya.

Kurangi Penggunaan Plastik, Bagi Sayuran Gratis di Mojoroto Kediri Pakai Wadah dari Anyaman Bambu

Hasil Rapid Test 102 Petugas Verifikasi Faktual KPU Kota Blitar, 13 Orang Reaktif Covid-19

Dirinya juga mengungkapkan, sanksi terberat akan diberikan jika pelaku usaha atau masyarakat masih melakukan pelanggaran protokol kesehatan secara terus menerus.

"Intinya kami bertindak sesuai dengan Perwali No 19. Sanksi teguran akan kami berikan bilamana ada yang melanggar protokol kesehatan. Bilamana masih melanggar, kami berikan sanksi tertulis. Namun bila kami temukan masih melanggar lagi, maka sanksi terberat yaitu penyitaan KTP akan kami berikan," tandasnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved