Tak Dijatah Istri Usai Jadi TKI di Malaysia, Arifin Tega Cabuli Anak Tirinya 8 Kali

Aksi bejat dilakukan Ahmad Arifin (34), warga salah satu kecamatan di Kabupaten Tuban.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat ungkap kasus pencabulan di Mapolres Tuban, Senin (29/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Aksi bejat dilakukan Ahmad Arifin (34), warga salah satu kecamatan di Kabupaten Tuban.

Dia tega mencabuli gadis di bawah umur sebanyak 8 kali sejak November 2019, yang tak lain masih anak tirinya.

Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan aksi bejatnya karena tidak dijatah oleh istrinya.

"Saya melakukan itu karena tidak dijatah istri, mulai saat saya pulang dari kerja di Malaysia sebelum November," kata tersangka saat ungkap kasus di Mapolres, Senin (29/6/2020).

Perwali New Normal di Kota Blitar Diterapkan, Tak Pakai Masker Kena Sanksi Bersihkan Fasum

Doa Mendalam Arsy ke Kakak Sambung, Kalo Dinasehati Orangtua Jangan Bantah, Azriel-Aurel Teriak

Sambil menunduk malu, Arifin menjelaskan, awal mula melakukan persetubuhan yang dilakukan di ruang tamu maupun rumah yang ada di sebelah rumah utama.

Selama pencabulan terjadi, dia meminta korban untuk tidak bilang kepada ibunya dengan ancaman itu merupakan aib.

Korban setelah disetubuhi wajahnya tampak lesu saat bertemu ibunya, hingga akhirnya menceritakan apa yang dialami.

"Saya minta tidak cerita ke ibunya dan mengancam jika itu aib. Kadang saya lakukan di ruang tamu juga," bebernya.

Kasus Corona Belum Turun, Waskita Beton Precast Berikan Ratusan APD ke Institusi Kesehatan di Gresik

PT KAI Perpanjang Masa Berlaku Rapid Test dan PCR Jadi 14 Hari, Sesuai Edaran Gugus Tugas Covid-19

ASN Pemrov Jatim yang Positif Covid-19 Kembali Bertambah

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan, pelaku melakukan 8 kali aksi bejatnya selama dua dua kali waktu.

Mulai November 2019-Januari 2020 5 kali menyetubuhi, lalu Februari-Maret 2020 sebanyak 3 kali.

Kepada polisi, pelaku mengaku menyesal atas apa yang dilakukan terhadap anak tirinya.

Doa Mendalam Arsy ke Kakak Sambungnya, Kalo Dinasehati Orangtua Jangan Bantah, Azriel-Aurel Teriak

Gelar Patroli Berskala Besar, Polda Jatim Mulai Temui Warkop Yang Patuh Protokol Kesehatan Covid-19

"Pelaku kita jerat undang-undang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

Atas penangkapan tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya baju tidur dan celana dalam yang dikenakan korban.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved