Pria Gondrong Pelaku Kejahatan Jalanan Surabaya Utara Dibekuk Polisi di Kawasan Sepi, 'Minta Ampun'

Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo Surabaya bekuk pelaku kejahatan jalanan di kawasan sepi. Pelaku langsung berlutut minta ampun.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo saat meringkus pelaku kejahatan jalanan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang pria berambut gondrong mengendarai motor beat hitam tanpa nopol terlibat kejar-kejaran dengan Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo Surabaya.

Bukan tanpa sebab, pria tersebut disinyalir baru saja melakukan aksi kejahatan di kawasan Surabaya Timur, Rabu (1/7/2020).

Tujuh polisi berseragam lengkap dengan senjata V2 gagah kemudian berusaha menghentikan paksa pria tersebut di jalanan sepi.

BPJS Surabaya Layani Klaim Verifikasi Penanganan Covid-19 di 28 RS : Sejauh Ini Tidak Ada Masalah

Asmara Terlarang Bu Bidan Ketahuan Suami, Tertangkap Basah di Hotel, Warga Tuntut Pengunduran Diri

Pria gondrong itu terlihat menyerah setelah diburu polisi.

Tanpa perlawanan, pria tersebut mengangkat tangannya ke atas dan melipat kakinya seraya meminta ampun.

Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin membenarkan peristiwa terjadinya penangkapan terduga pelaku kejahatan jalanan di wilayah Sukolilo Surabaya.

Pengabdian Selama 39 Tahun, Sang Fenomenal Herman Darmo Purna Tugas: Ini Bukan Perpisahan

Soal Risma Sujud di Depan dr Sudarsono, Ketua DPRD Surabaya: Tak Ingin Warga Surabaya Disalahkan

"Iya benar, itu tadi anggota Tim Anti Bandit melakukan penangkapan terduga pelaku kejahatan di wilayah Surabaya Timur," kata Abidin, Rabu (1/7/2020).

Penangkapan terduga pelaku kejahatan itu merupakan simulasi polisi dalam peringatan Hari Bhayangkara ke 74 yang dilakukan unit reskrim Polsek Sukolilo.

Peringatan Hari Bhayangkara kali ini memang dirasa berbeda bagi polisi karena dirayakan di tengah pandemi.

"Meskipun ada di tengah pandemi, kami ingin mengingatkan bahwa polisi tidak lengah sedikitpun terhadap upaya tindak kejahatan terutama di wilayah Sukolilo," tambahnya.

Selain itu, simulasi ini juga diharapkan untuk meningkatkan kemampuan personel reskrim dalam melakukan upaya penyelidikan hingga upaya paksa menangkap para bandit jalanan.

"Agar personel bisa lebih sigap hadapi pelaku kejahatan," tandas perwira dua balok di pundak ini.

Penulis: Firman Rachmanudin

Editor: Heftys Suud

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved