Breaking News:

Virus Corona di Kediri

UPDATE CORONA di Kabupaten Kediri Rabu 1 Juli 2020, Satu Pasien Positif Meninggal, Dua Sembuh

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri menjelaskan, pasien Covid-19 yang meninggal adalah warga Desa Bendo Pare.

Freepik
ILUSTRASI Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kasus positif virus Corona ( Covid-19 ) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bertambah satu orang pada Rabu (1/7/2020).

Namun pasien yang dinyatakan positif ini telah meninggal dunia sebelum hasil tes swab keluar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr Ahmad Chotib, menjelaskan, pasien Covid-19 yang meninggal adalah warga Desa Bendo, Kecamatan Pare.

"Warga Desa Bendo tersebut meninggal dunia tanggal 28 Juni 2020, sebelum hasil swabnya keluar. Sebelumnya pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK)," jelas dr Ahmad Chotib, Rabu (1/7/2020).

Dijelaskan, kasus ini merupakan klaster baru dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Kabupaten Kediri telah melakukan tracing untuk menelusuri riwayat pasien.

Sementara itu, ada dua pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Raih Destana Award, Kelurahan Ketami Kediri Dapat Hadiah Kentongan Berukir hingga Uang Pembinaan

Sertifikat English Massive Antarkan Siswa Kota Kediri Masuk Sekolah Favorit Jalur Prestasi

Kedua pasien sembuh adalah warga Desa Titik, Kecamatan Semen, dan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.

"Dari pemeriksaan laboratorium, hasil swab terhadap keduanya terkonfirmasi negatif dua kali berturut-turut," jelasnya.

Saat ini, terdapat 203 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Dengan rincian 143 orang dirawat, 46 orang sembuh, dan 14 orang meninggal.

Jeda Kompetisi Terlalu Lama, Benahi Fisik Pemain, Pelatih Persik Kediri Pastikan Butuh Uji Coba

Pemkot Blitar Masih Kumpulkan Data Pendukung Tenaga Kesehatan Penerima Insentif Pemerintah Pusat

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri tersebar pada 28 klaster.

Paling banyak dari klaster pabrik rokok Mustika Tulungagung 53 kasus, klaster Desa Kesal 27 kasus, klaster baru 42 kasus, dan klaster Surabaya 14 kasus.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved