Breaking News:

Eksis di Tengah Pandemi Covid-19, Viva Cosmetics Intens Geber Acara Virtual dan Produk Mata

Perusahaan kosmetik asal Surabaya, Viva Cosmetics tetap agresif di pasar meski pandemi covid 29 membuat penjualan mengalami penurunan.

TRIBUNJATIM.COM/SRI HANDI LESTARI
Yusuf Wiharto Direktur Distribusi Viva Cosmetics Area Indonesia bagian Timur (kanan) saat kegiatan hadir dalam kegiatan nikah bareng virtual uang digelar di Yogyakarta, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan kosmetik asal Surabaya, Viva Cosmetics tetap agresif di pasar meski pandemi Covid-19 membuat penjualan mengalami penurunan.

Salah satunya dengan meluncurkan seri-seri produk baru untuk menarik konsumen.

"Terutama tata rias untuk daerah mata, bulu mata dan alis. Karena ditengah pandemi ini, tata rias untuk lipstik dan perona pipi serta sejenisnya kurang terpakai karena tertutup masker," ungkap Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Area Indonesia bagian Timur, Senin (29/6/2020).

Viva Health Indonesia Pecahkan MURI Cek Galau Terbanyak se-Indonesia, Diikuti 1000 Peserta Lebih

Ikut Ajang Busana di Paris, Viva Cosmetics Bakal Rias Model Indonesia Lewat Beauty Natural Glowing

Sukses Tembus Pasar Ekspor ke Perancis dan Oman, Kini Viva Cosmetics Mulai Uji Pasar di Rusia

Produk teranyar adalah bulu mata Viva Queen Perfect Eyelashes yang diluncurak di pasar mulai 12 Juni 2020 lalu. Dalam sepekan, respon pasar cukup positif, meski belum sesuai ekspetasi.

"Karena di tengah pandemi ini banyak acara-acara misalnya resepsi pernikahan dan sejenisnya, yang menggunakan make up, banyak yang ditunda," jelas Yusuf.

Selain bulu mata palsu, Viva juga telah meluncurkan Viva Queen Advanced whitening face serum, yang bisa menjadi produk perawatan selama di rumah. Termasuk produk hand sanitizer gel dengan kandungan lidah buaya.

Selain produk baru, menurut Yusuf pihaknya juga menggeber acara secara virtual. "Setelah kegiatan visual fashion and beauty 2020 pada 20 Juni 2020 lalu, kami supporting kegiatan nikah masal sebanyak 10 pasangan di berbagai tempat yang berbeda di Yogyakarta," jelas Yusuf.

Saat virtual fashion and beauty 2020 yang digelar di Surabaya pada 20 Juni lalu, mendapat sambutan dari lembaga pencatatan rekor dunia sebagai kegiatan pertama fashion and beauty. Sebelumnya kegiatan serupa juga digelar di Rusia dan Italia, tapi hanya virtual fashion.

"Kini ada yang meminta untuk kegiatan nikah massal virtual yang digelar di Yogyakarta. Bagi kami ini juga bagian dari supporting industri kreatif terkait kegiatan pernikahan," ungkap Yusuf.

Karena dalam kegiatan pernikahan, industri kreatif yang terkait tidak hanya make up artis (MUA), tapi juga desainer busana, wedding organization, mc, dan sejenisnya.

"Kami tidak bisa sendiri, sehingga kami harus bergerak. Apalagi diprediksi pandemi ini masih akan panjang, karena vaksin belum didapatkan," ungkap Yusuf.

Sementara itu, dari informasi yang dikumpulkan, akibat pandemi ini, penjualan produk kosmetik secara umum mengalami penurunan sekitar 80 persen.

Hal ini didorong karena adanya himbauan untuk stay at home, work from home, dan sosial distancing lainnya, yang membuat orang tidak memerlukan make up dalam berkegiatan.

Sementara di Viva, Yusuf hanya mengakui bila penjualan juga terdampak. Tapi tidak besar seperti industri secara nasional.

"Tentunya berimbas, tapi tidak sebesar nasional. Kami optimis masih tetap running meski tidak lagi mentargetkan keuntungan ditengah pandemi ini," tandas Yusuf.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved