HOAKS Ajakan Penarikan Dana di Bank Beredar di Medsos, OJK Minta Warga Waspada, Ini Penjelasannya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta warga waspada kabar hoaks di media sosial yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Poster imbauan OJK akan bahaya terkait hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat waspadai beredarnya informasi hoaks di media sosial.

Pasalnya, beredar kabar hoaks yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di bank.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo.

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

Maia Estianty Keheranan Tahu Harga Makanan Kiriman Suami, Dul: Gak Salah Harga Bun?, Lihat Wujudnya

"Saya tegaskan bahwa informasi yang beredar perihal adanya informasi di media sosial terkait mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan adalah informasi hoaks dan tidak benar," kata Anto Prabowo, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman.

"Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%," terangnya.

Nonton Online Drama Angels Last Mission Sub Indo Episode 1-32 (END), Download & Streaming di Sini

Terkait informasi hoaks di media sosial yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan, dikatakannya, OJK telah melaporkan kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar," kata dia.

Berkaca dari kesemua hal itu juga, dikatakannya juga, Masyarakat dihimbau untuk senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved