Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Ketua Komunitas Batik Jawa Timur Bagi Strategi Bertahan di New Normal, Kuncinya: Ubah Mindset

Menghadapi new normal, Ketua Komunitas Batik Jawa Timur bagi tips buat para pengrajin bertahan di tengah pandemi virus Corona: ubah mindset.

SURYA/ZAINAL ARIF
Wahyu Subiyantoro sebagai fasilitator program pengembangan desain batik untuk aplikasi Jilbab bersama Komunitas Pembatik Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menghadapi era new normal, Ketua Komunitas Batik Jawa Timur, Lintu Tulistiyanto menghimbau para pengrajin batik mampu bertahan di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Menurutnya, cara bertahan di situasi pandemi ini adalah dengan berusaha menyesuaikan keadaan.

Bahkan para perajin batik diharapkan bisa menciptakan dan mengembangkan inovasi - inovasi batik yang berkembang saat ini.

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

UTBK SBMPTN 2020 UM dan UB Dimulai 5 Juli, Peserta Wajib Pakai Masker Medis, 900 Pengawas Dikerahkan

"Menghadapi new normal strateginya harus mengubah mindset, berusaha melihat apa yang ada bukan menjadi sebuah hambatan akan tetapi sebuah peluang yang harus diambil," kata Lintu, Rabu (1/7/2020).

Para pengrajin diharapkan dapat memanfaatkan media virtual marketing sebagai satu peluang yang harus dijalani dengan baik dan mau mencoba serta mengembangkan untuk dapat bersaing di era new normal ini.

"Dampak utama adalah protokol kesehatan sebagai sebuah tuntutan bukan hanya offline dengan jarak melainkan menghindari kerumunan. Maka dari itu memanfaatkan potensi dan fasilitas yang dimiliki berupa media sosial adalah sebuah peluang yang harus digarap," ujarnya.

UTBK SBMPTN 2020 UM dan UB Dimulai 5 Juli, Peserta Wajib Pakai Masker Medis, 900 Pengawas Dikerahkan

LPI Pamekasan Ajak Semua Tokoh dan Ulama Bersatu, Suarakan Penolakan RUU HIP, Tuntut Ditiadakan

Para pengrajin batik harus berusaha melakukan inovasi untuk membuat produk yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

"Para pengrajin harus pandai melihat pasar, tentu bukan produk formal seperti jas, kebaya, dan lain-lain melainkan yang diperlukan sekarang seperti masker, celana santai, daster, tapi dengan tetap mempertimbangkan standart fungsi, kenyaman dan desain, intinya jangan takut mengubah arah produksi," terangnya.

Penulis: Zainal Arifin

Editor: Heftys Suud

Penulis: Zainal Arif
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved