Breaking News:

Imbau Remaja Putri Tak Diet Ketat karena Picu Anemia, Kadinkes Kabupaten Malang Beri Tips Diet Sehat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, meminta remaja putri di wilayahnya tak melakukan diet ketat. Dia juga beri tips diet

Thinkstockphotos
Ilustrasi diet ketat 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, meminta remaja putri di wilayahnya tak melakukan diet ketat hingga tergolong ekstrem.

"Dikhawatirkan mereka tidak memperhatikan menu dietnya. Pokoknya kurus sehinga memicu terkena anemia atau kurang darah dan sebagainya saat remaja dan sebelum menikah," ujar drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

Drg Arbani Mukti Wibowo menambahkan, anemia turut berkontribusi pada gangguan kesuburan.

"Karena saat mengandung bayi, bayinya jadi kurang menyerap gizi, dan melahirkan bayi stunting," tutur drg Arbani Mukti Wibowo.

Pria yang mengawali karier sebagai dokter gigi ini sebenarnya tak melarang remaja melakukan diet.

Namun dia mengingatkan untuk menjaga menu diet.

70 Persen Warga Jawa Timur Tak Pakai Masker, Kapolresta Malang Kota Sebut Perlu Ada Sanksi

Biar Tak Bosan, Pasien Covid-19 Malang yang Isolasi di Gedung Pemprov Dapat Treatment, Apa Saja?

"Menu dietnya wajib tetap terjaga dan sehat," ujar mantan Direktur Utama RSUD Lawang Malang itu.

Drg Arbani Mukti Wibowo lalu memberi tips diet.

Ia menyarankan menu diet yang baik dengan mengurangi porsi karbohidrat, dan menggantinya dengan menu kaya serat dan tinggi protein.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, Kamis (28/5/2020).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, Kamis (28/5/2020). (TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO)

"Sebaiknya nasi dikurangi karena karbohidrat itu yang membuat mohon maaf, seseorang jadi gendut. Agar seimbang karbohidratnya sedikit. Nasinya sedikit tapi banyakin sayur atau lauk pauk. Jadi porsi sumber protein yang diperhatikan," jelas drg Arbani Mukti Wibowo.

Di sisi lain, kasus stunting di Kabupaten Malang masih belum menunjukkan penurunan signifikan.

Pemkab Malang Buka Wacana Pintu Masuk TNBTS Dipindah ke Jemplang, Bupati Sanusi Beber Alasannya

SGM Eksplor Gelar Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, Ajak Bunda Jaga Kesehatan Anak Lewat 3K

Sejak 2019, persentase stunting di Kabupaten Malang mencapai 12,6 persen dari 36.000 anak.

Upaya yang sudah dilakukan adalah posyandu dan sosialisasi terkait gizi sehat untuk anak usia dini.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved