Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Limbah APD Berserakan di Pemakaman Surabaya, Peziarah 'Risih', Petugas TPU Kewalahan Bersih-bersih

Alat Pelindung Diri atau APD seperti baju hazmat, sarung tangan, masker dan face shield tampak berserakan di area TPU Surabaya.

SURYA/FEBRIANTO RAMADANI
Salah satu alat pelindung diri (APD), Face Shield, tampak berserakan di tangkai pohon TPU Babat Jerawat Kota Surabaya, Sabtu siang (4/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Alat Pelindung Diri atau APD seperti baju hazmat, sarung tangan, masker dan face shield tampak berserakan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babat Jerawat, Surabaya, Sabtu siang (4/7/2020).

Perlengkapan yang biasanya digunakan sebagai pemakaman protokoler Covid-19 itu menimbulkan rasa khawatir dan tidak nyaman bagi para peziarah.

Meskipun sering dibersihkan, limbah tersebut masih banyak ditemukan di sekitar makam.

VIRAL Kisah Pasangan Awalnya Dikira Sejenis, Semua Terbantah saat Nikah, Si Cewek Disoroti: Pangling

Eka, salah satu peziarah, mengaku, tidak nyaman dengan pemandangan tak sedap itu.

Tak jarang ia minta tolong kepada petugas makam untuk membersihkan terlebih dahulu.

"Sebelum berziarah dan berdoa saya sering minta bantuan kepada petugas buat bersihkan sarung tangan yang berserakan di pusaran makam," keluhnya.

Ashanty Bangga Single Aurel Trending YouTube, Bocorkan Peran Besar Anang Hermansyah: Diomelin Terus

UPDATE CORONA di Indonesia Sabtu 4 Juli 2020, Kasus Baru Tambah 1.447 Orang, Total 62.142 Pasien

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sujiarti.

Ia juga berharap, masyarakat dan para tenaga medis yang ikut serta dalam pemulasaran jenazah virus Corona, sadar diri agar tidak merugikan masyarakat.

"Jangan dibuang sembarangan karena mengurangi kenyamanan peziarah," imbuhnya.

Daftar Lokasi Rapid Test Mandiri di Sampang Syarat UTBK SBMPTN, Harga Mulai Rp 450-750 ribu, Cek!

Sementara itu, Kepala TPU Babat Jerawat, Hartono, menuturkan, limbah APD yang berserakan di makam bukanlah milik petugas pemakaman.

"Itu milik petugas medis yang dibuang sembarangan di area pemakaman setelah melakukan pemulasaran jenazah," tuturnya.

Hartono juga menambahkan, pihaknya sempat kewalahan untuk membersihkan limbah limbah tersebut.

"Frekuensi pemakaman jenazah Covid-19 di sini cukup tinggi. Sehingga, saya mengimbau kesadarannya agar tidak membuang APD di sembarang tempat. Agar tidak tertular virus Corona," pungkasnya.

Kurangi Kasus Covid-19, Sutiaji Minta Lab Mandiri Kota Malang Lapor Data Pasien Rapid Test dan Swab

Penulis: Febrianto Ramadani

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved