Breaking News:

Produktif di Masa Pandemi, Seniman Garis Edelweiss Kolaborasi Karya dengan Corat-coret Si Kecil

Seniman asal Kota Pasuruan, Garis Edelweiss, memanfaatkan kesempatan banyak di rumah selama pandemi Covid-19 untuk buat karya kolaborasi dengan anak.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Seniman asal Kota Pasuruan, Garis Edelweiss berpose bersama anaknya Aqila Syifa Edelweiss. Selama pandemi mereka berdua berkolaborasi menciptakan karya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di masa wabah virus Corona ( Covid-19 ), beberapa orang jadi banyak menghabiskan waktu di rumah.

Hal itu juga dilakukan oleh seniman Garis Edelweiss.

Seniman asal Kota Pasuruan ini memanfaatkan kesempatan tersebut, ia memilih untuk terus mengeksplorasi gaya drawing-nya.

BERITA TERPOPULER JATIM: Lamongan Kembali Zona Merah hingga 2 Bocah Tulungagung Tewas Tenggelam

Diwaduli Pelaku UMKM Gresik, Gus Yani Langsung Tawarkan Solusi Jangka Pendek hingga Panjang

Bahkan, ia mengajak anak semata wayangnya, Aqila Syifa Edelweiss, untuk berkolaborasi.

"Masa pandemi cukup menguras pikiran. Semua seniman di seluruh dunia terkena imbasnya, termasuk dari segi ekonomi," katanya, Sabtu (4/7/2020).

Ia sendiri lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Meskipun sebelumnya ia tidak jauh-jauh dari rumah, tapi pandemi membuat keberadaan rumah semakin terasa.

Hubungan dengan 2 Mantan Suaminya Buruk, Nikita Mirzani Perlakukan Ayah Loly Beda, Fitri: Adem Ayem

Polres Pamekasan Razia Ketertiban ke Anggota, Periksa Kelengkapan Identitas Sebelum Bertugas

"Untuk mengisi kekosongan, saya ingin membuat karya yang menyenangkan. Akhirnya mengajak si kecil berkolaborasi," katanya.

Anaknya yang berusia lima tahun itu memang sangat suka corat-coret, termasuk body painting, entah pakai bedak atau bahkan spidol.

"Ada gambarnya di dinding yang saya gambar ulang di kertas. Ada juga yang ngajak dia langsung gambar di kertas A3. Menyenangkan saja, ada penyegaran," ungkap Garis.

Alhasil, terciptalah karya bergaya naive art. Perpaduan gaya gambar corat-coret khas anak dipadukan goresan pensil khas Garis. Menurutnya, hal ini membuka kemungkinan bentuk karya yang baru.

"Ternyata respon orang-orang juga luar biasa. Semasa di rumah, hampir setiap hari menggambar. Kayaknya jadi lebih produktif selama pandemi," ungkap Garis.

Bukan hanya karya, kegiatan ini juga menjadi terapi baginya selama di rumah.

"Karakter gambaran si kecil juga kuat. Akan ada banyak kemungkinan ke depan, mungkin pameran kolaborasi dengan si kecil atau yang lainnya," tandas Garis.

Penulis: Christine Ayu Nurcahyanti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved