Virus Corona di Jawa Timur

4 Rencana Besar Kapolda Jatim Jika Gagal Penuhi Deadline Tekan Kasus Covid-19, Lockdown-PSBB 1 Bulan

Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran mewacanakan empat konsep rencana besar untuk tekan angka persebaran Corona.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Arie Noer Rachmawati
DOK./HUMAS POLDA JATIM
Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah di kampung tangguh di Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung, Minggu (7/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran mewacanakan empat konsep rencana besar untuk tekan angka persebaran Corona arau Covid-19 di kawasan Surabaya Raya.

Empat konsep tersebut dipaparkan dalam forum analisis dan evaluasi penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Pemprov Jatim di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (6/7/2020) malam.

Empat konsep paparan Kapolda Jatim itu antaranya, Plan A: new normal. Plan B: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya 1 bulan. Plan C: lockdown kelurahan/kec sesuai radius dan, Plan D: PSBB kelurahan/kecamatan 14 hari.

BREAKING NEWS: Gubernur Khofifah Gratiskan SPP Siswa SMA/SMK Negeri se-Jatim, Tak Sepeser Pun!

Empat konsep besar tersebut ditampilkan dalam bidang konsep kartesius yang dibatasi dua jenis garis vertikal (X) dan horizontal (Y), yang saling berseberangan.

Garis vertikal (X) sebagai indikator epidemiologi. Sedangkan, garis horizontal (Y) sebagai indikator kesadaran masyarakat.

Menurut M Fadil, jika hasil analisis epidemiologi semakin membaik, dan seiring pula dengan meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat. Maka Plan A, akan sangat memungkinkan untuk dilaksanakan.

Perubahan Sikap Aurel Dikuak Anang, Berani Ngelawan dan Buat Terdiam, Ashanty: Sakit Hati Pastinya

Kisah Pernikahan Jenazah, Momen Haru Berubah Menakutkan, Warga Syok Jasad Bangun, Fakta Asli Terkuak

Namun, seandainya, dalam suatu survei menunjukkan partisipasi masyarakat menunjukkan peningkatan, namun hal itu tak dibarengi dengan epidemiologi yang baik pula.

Maka, pilihan plan B dengan melakukan PSBB Surabaya Raya selama 1 bulan, sangat mungkin dilakukan.

Seandainya, kedua indikator tersebut tampak rendah. Tidak mustahil, Plan C; PSBB secara ketat di tingkat kecamatan ataupun kelurahan, akan dilakukan.

VIRAL Foto Geng Wanita Berbaju Ketat Gowes, Wali Kota Sampai Marah, Lihat Motif & Nasib Terbarunya

"Jadi ini tidak mematikan sektor perekonomian masyarakat. Tapi titik terjadinya episentrum lockdown lokal, istilahnya, ditingkat terparah," katanya.

Terakhir, apabila kesadaran masyarakat terpantau menurun atau kurang, dan angka indikator epidemiologi membaik.

Maka, Plan D; pembatasan masyarakat ditingkat kelurahan atau kecamatan selama 14 hari, mungkin bisa dilakukan.

309 Warga Tulungagung Terjaring Razia Jam Malam, Dihukum Kerja Sosial Bersihkan Masjid hingga Taman

"Ini skenario yang bisa dimanfaatkan. Tapi kalau ada skenario lain monggo bisa didiskusikan," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved