Breaking News:

Dua Kapal Induk Amerika Serikat Sudah Berlayar ke Laut China, Bakal Pecah Perang dengan Tiongkok?

Sebanyak dua kapal induk Amerika Serikat sudah berlayar ke Laut China Selatan. Benarkah bakal pecah perang?

Editor: Januar
Dua Kapal Induk Amerika Serikat Sudah Berlayar ke Laut China, Bakal Pecah Perang dengan Tiongkok?
Istimewa via Intisari
kapal induk Amerika Serikat sudah berlayar ke Laut China Selatan

The New York Times juga menulis, penempatan kapal induk Amerika Serikat dan kekuatan serangannya sering digunakan sebagai sinyal untuk mencegah musuh.

Mengirim dua kapal induk sekaligus bisa dilihat sebagai aksi unjuk kekuatan yang signifikan.

Pada tahun 2016, misalnya, Menteri Pertahanan AS saat itu yakni Ashton B. Carter melakukan tur dua kapal induk yang berlayar melalui Laut China Selatan sebagai pengingat Beijing bahwa Amerika Serikat berkomitmen terhadap sekutu di wilayah tersebut.

Kendati demikian, seorang pejabat Angkatan Laut AS pada hari Sabtu menggambarkan misi itu sebagai operasi rutin, bukan melakukan aksi unjuk kekuatan yang disengaja kepada militer China saat melakukan latihan militernya sendiri di laut.

Pejabat yang menjadi sumber The New York Times itu menjelaskan, misi operator sebelumnya telah direncanakan untuk memastikan bahwa jalur pelayaran dan navigasi tetap terbuka di perairan internasional.

Letnan James Adams, juru bicara Armada Pasifik AS, mengatakan operasi militer AS itu tidak menanggapi peristiwa politik atau dunia apa pun.

Namun pada awal pekan ini, Pentagon menyatakan keprihatinannya terkait aksi China yang mengadakan latihan militer di Laut China Selatan.

Departemen Pertahanan AS mengatakan, langkah itu akan semakin mengguncang situasi di perairan yang disengketakan.

"Melakukan latihan militer atas wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan kontraproduktif dengan upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip Reuters.

Pada pekan lalu, China mengumumkan bahwa mereka telah merencanakan latihan selama lima hari mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh Vietnam dan China.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved