Breaking News:

Pengamat Undika Sebut New Normal Bagus untuk Pemulihan Ekonomi Jatim: Harus Ada Sanksi Pelanggar

Universitas Dinamika (Undika) Surabaya menyebut bahwasanya adanya penerepan new normal di Jatim memang bagus untuk pemulihan sektor ekonomi.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dinamika Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., MBA. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Universitas Dinamika (Undika) Surabaya menyebut bahwasanya adanya penerepan new normal di Jatim memang bagus untuk pemulihan sektor ekonomi.

Namun harus juga dibarengi adanya sanksi tegas yang ditujukan kepada pelanggar protokol kesehatan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dinamika Dr Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., MBA.

Sambut New Normal, 2 Hotel Surabaya Tebar Promo Early Booking, Bisa Dipakai sampai Januari 2021 Lho!

6 Tips Hadapi New Normal dari Guru Besar Psikologi Konseling UC: Keluarga Sumber Proteksi Utama

Intip Simulasi Wedding New Normal Hotel Royal Singosari Cendana, Salam ke Pengantin Cukup Namaste

"Kalau menurut pendapat saya penerapan new normal di Jawa Timur memang perlu diberangi peraturan atau sanksi yang tegas untuk masyarakat.

Sanksi tersebut sebagai upaya menjaga kesadaran masyarakat terkait pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, sebab apalagi saat ini peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur cukup signifikan," jelas Yanu kepada TribunJatim, Selasa (7/7/2020) di Surabaya.

Menurutnya jika melihat kondisi jumlah pasien, Jatim belum saatnya menerapkan new normal.

Namun, lanjutnya, jika melihat dari sisi ekonomi harus segera diterapkan untuk menyelamatkan kondisi daerah.

Ia menyampaikan selama masa PSBB banyak kegiatan ekonomi terhambat, terlebih nilai tukar rupiah melemah.

Bahkan, masih kata Yanu dari sisi industri expor juga mengalami penuruan sampai 0,4 persen karena berkurangnya pasokan bahan baku.

Oleh sebab itu penyelamatan ekonomi memang harus segara dilakukan, karena stagnasi ekonomi yang lama akan menggiring ekonomi kearah depresi, bahkan resesi yang sudah diumumkan di negara maju dunia, misalnya Australia

“Berkaca dari kesemua hal itulah maka penyelamatan ekonomi memang harus segara dilakukan, namu juga dengan adanya sanksi tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan, hal ini sebagai upaya menjaga kesadaran masyarakat terkait pencegahan penyebaran pandemi Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved