Breaking News:

Virus Corona di Malang

IDI Jatim Minta Pemerintah Segera Cairkan Insentif Tenaga Medis, Prosedur Administrasi Dipermudah

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur meminta pemerintah segera mencairkan insentif bagi tenaga medis

Willy Abraham/Tribunjatim
Tenaga medis saat melakukan rapid tes kepada pejabat Pemkab Gresik di ruang Puteri Cempo, Rabu (24/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur meminta pemerintah segera mencairkan insentif bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Sebab sampai kini, pembayaran insentif bagi tenaga medis di Jawa Timur belum merata.

“Sudah dikerjakan oleh Pimpinan Institusi kesehatan dan Dinkes sehingga data tenaga kesehatan yang akurat dapat insentif. Sudah dapat meski belum merata,” ucap Ketua IDI Jatim, Sutrisno saat ditemui di Malang, Kamis (9/7/2020).

Kelurahan Mergosono Malang Bakal PSBL Selama 14 Hari, Personel TNI-Polri Dikerahkan Jaga Kawasan

Dia berharap pemerintah bisa menyederhanakan prosedur administrasi dan mekanisme pencairan.

Karena hal itu, menurutnya, menghambat pencairan insentif bagi tenaga kesehatan.

“Harapannya semua mendapatkan. Prosedural disederhanakan sehingga pimpinan institusi tidak terlalu berat dalam mengajukan syarat dapat insentif,” katanya.

Kehidupan Suami Nikahi Transgender, Kuak Rahasia Istri Baru: Tubuhnya Tulen, Istri Sah Diceraikan

VIRAL Pelakor Digerebek Sedang Berhubungan dengan Suami Orang, Justru Tantang dan Marahi Istri Sah

Sutrisno mengatakan, tenaga medis layak mendapat apresiasi karena berjuang melawan Covid-19.

Resiko yang hadapi para medis, kata dia, sangat besar karena virus Corona mudah menular. 

“Jadi tolong beri APD yang baik, istirahat, screening rutin, suplemen bagus, tempat isolsi yang baik jika tenaga kesehatan yang terpapar. Karena mereka dibutuhkan berjuang melawan virus ini,” beber dia.

Apa Wabah ‘Black Death’ yang Kini Muncul Lagi di China? Dulu Makan Jutaan Jiwa, Dunia Wajib Waspada

Sutrisno itu juga berharap seluruh elemen memahami potensi penularan Covid-19 di rumah sakit.

Karenanya, ia meminta rumah sakit memisah kawasan khusus pasien Covid-19 dan non Covid-19 sebagai perlindungan kepada tenaga medis.

“Karena dengan membagi area itu bisa paham masuk daerah potensi menular sehingga memberi perlindungan pada tenaga kesehatan,” tutupnya.

VIRAL Istri Hamil Disemprot Pelakor saat Gerebek Suami, Cinta Aku, Endingnya Kasus Narkoba Terkuak

Penulis: Aminatus Sofya

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved