Breaking News:

Khawatir ke Faskes, Pemkab Banyuwangi Lakukan Door to Door Imunisasi Balita

Selama pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemkab Banyuwangi melakukan imunisasi balita secara door to door dari rumah ke rumah.

Surya/Haorrahman
Petugas melakan imunisasi di rumah warga Banyuwangi 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Selama pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemkab Banyuwangi melakukan imunisasi balita secara door to door dari rumah ke rumah.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin terjaganya kesehatan dan pertumbuhan anak meski dalam situasi pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Saat ini kami tengah fokus pada pada penanganan Covid 19. Namun tetap tidak melupakan program kesehatan lainnya khususnya kesehatan anak, yakni program imunisasi,” kata Kepala Dinas Kesahatan daerah dr. Widji Lestariono, Kamis (9/7/2020).

Rio, sapaan akrab Widji Lestariono, mengatakan, selama ini program imunisasi dilaksanakan melalui Posyandu. Namun sejak pandemi Covid-19 merebak, kegiatan Posyandu yang berbasis desa maupun dasawisma ditiadakan demi mengurangi kerumunan orang. Kegiatan imunisasi pun dipusatkan di Puskesmas.

“Namun, setelah dipusatkan di Puskesmas, jumlah tindakan imunisasi justru menurun. Sepertinya warga takut membawa anaknya ke Puskesmas untuk diimunisasi. Ini kami pahami karena memang situasi pandemi,” kata Rio kepada TribunJatim.com.

Profil-Biodata Maria Pauline Lumowa Pelaku Pembobolan BNI Diekstradisi dari Serbia, 17 Tahun Buron

Menteri KKP Tegaskan Tak Segan Tolak Izin Reklamasi Kilang GRR Jika Rugikan Nelayan

Puluhan Guru di Surabaya Protes TPP Mereka Mandek 2 Tahun

Untuk itu, Dinas Kesehatan mengintensifkan program imunisasi jemput bola ke rumah warga. Sejumlah puskesmas melakukan layanan imunisasi di satu lokasi warga terdekat.

“Akhirnya petugas kami tugaskan untuk turun mendatangi warga yang bayinya belum diimunisasi. Jangan sampai saat pandemi justru kesehatan dan pertumbuhan anak menjadi tidak diperhatikan. Jemput bola ini gratis semuanya. Tentu dalam bertugas, tim kami menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Seorang petugas imunisasi yang juga bidan di Puskesmas Pesanggaran, Kunthi, mengatakan, imunisasi jemput bola dilakukan secara berkala ke rumah warga yang belum melakukan imunisasi terhadap bayinya.

“Satu bulan minimal satu kali kami mendatangi lokasi rumah warga terdekat,” terang Kunthi.

Sebelum melakukan tindakan imunisasi, Kunthi melakukan pemeriksaan kesehatan melalui wawancara kondisi kesehatan anak dan keluarganya.

“Wawancara perlu kami lakukan terlebih dahulu, untuk tahu kondisinya masing-masing anggota keluarga sebelum dilakukan imunisasi. Maka kami mengecek kesehatan bayi melalui wawancara tentang progres pertumbuhan anak dengan sang ibu,” katanya. (haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved