Breaking News:

Perketat Aturan Bagi Usaha Jasa Hiburan, Pemkab Banyuwangi Ingin Pastikan Kesehatan Warganya

Pemkab Banyuwangi menerapkan aturan ketat bagi usaha jasa hiburan di masa pandemi virus Corona ini.

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Pemkab Banyuwangi menerapkan aturan ketat bagi usaha jasa hiburan di masa pandemi virus Corona ini. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menerapkan aturan ketat bagi usaha jasa hiburan di masa pandemi virus Corona ini.

Meski Banyuwangi tengah memasuki masa adapatasi pra kondisi new normal, pemkab tetap mensyaratkan aturan ketat pada semua sektor hiburan dan pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan tim gugus tugas penanganan Covid-19 telah memberikan kesempatan kepada tempat hiburan rumah karaoke untuk menggelar simulasi selama sepekan, sejak 29 Juni – 6 Juli 2020 untuk beradaptasi dengan protokol kesehatan Covid-19.

Ingin Sandingkan Pak D Dengan Whisnu, Buruh di Surabaya Galang Dukungan Lewat Sejuta Tanda Tangan

Viral Geng Wanita Pakai Baju Ketat hingga Tak Pakai Hijab Gowes di Aceh, Akui Khilaf dan Minta Maaf

Saat itu, sebanyak 11 rumah karaoke kami ijinkan untuk mulai beroperasi dalam bingkai simulasi.

Mereka diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Jaminan kesehatan seperti ini selalu kita kedepankan, agar saat dibuka nanti jasa hiburan bisa memberi manfaat menggerakkan ekonomi warga, bukan justru menjadi kluster baru penularan covid-19 di Banyuwangi. Untuk itu, kami pastikan protokol kesehatan ini diterapkan secara ketat di semua lini,” katanya.

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Pantai Tuban, Hampir Terinjak Kaki Nelayan

Mau Ketemu Ashanty Tapi Dipersulit Asisten, Dorce Marah hingga Lempar Gelas: Anak Buahmu Kurang Ajar

Dalam masa simulasi tersebut, lanjut Bramuda, gugus tugas turun ke lapangan melakukan evaluasi terhadap 11 usaha tersebut.

“Dan setelah kami evaluasi, ternyata mereka belum bisa menerapkan SOP protokol kesehatan seperti yang kami syaratkan. Termasuk mematuhi aturan Perda Perda 10 Tahun 2014 terkait standarisasi karaoke keluarga. Untuk itu, kami minta semua ditutup kembali sembari menyempurnakan manajemen menyesuaikan aturan yang ditetapkan,” kata Bramuda.

Masih Tak Setuju Liga 1 2020 Lanjut, Persebaya Surabaya Belum Bahas Renegosiasi Kontrak Gaji 50%

Ratusan Warga Dukuh Kupang Utara Senam Komitmen Dukung Cak Machfud, Bacawali Pendengar Aspirasi

Salah satu yang disyaratkan oleh gugus tugas antara lain kewajiban rapid test bagi pengunjung dari luar daerah, memasang cover sekali pakai pada microphone, hingga menyediakan ruang isolasi darurat.

“Pelanggaran yang dilakukan usaha hiburan, di antaranya belum tersedianya cover pada microphone, lampu room masih remang-remang, hingga belum adanya pembatasan kuota pengunjung di setiap room. Pelanggaran jam operasional juga. Mereka kami beri waktu untuk menyesuaikan dan melakukan evaluasi kembali sampai semua syarat dipenuhi. Jika sudah siap, tim gugus tugas akan mensupervisi kembali untuk menetapkan karaoke tersebut layak beroperasi atau tidak,” tambahnya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved