Breaking News:

Bupati Sanusi Sebut Warga Malang Bisa Jalani Rapid Test Gratis, Harus Penuhi Syarat: Gejala Corona

Warga Kabupaten Malang ternyata bisa melakukan rapid test secara cuma-cuma alias gratis.

TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat kunjungi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Talangagung Kepanjen, Jumat (10/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warga Kabupaten Malang ternyata bisa melakukan rapid test secara cuma-cuma alias gratis.

Namun, ada syarat dan kondisi tertentu yang berlaku.

"Syaratnya jika ada orang di suatu wilayah (desa) terkonfirmasi positif maka warga sekitarnya kita lakukan rapid test. Itu yang gratis," ujar Bupati Malang Muhammad Sanusi saat kunjungi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Talangagung Kepanjen, Jumat (10/7/2020).

Sepanjang Juni 2020, Polresta Malang Kota Ungkap Puluhan Kasus Narkotika, Tangkap 22 Tersangka

Kapolri Video Call Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota, Beri Apresiasi Kinerja Tim

Hari Pertama PSBL Kelurahan Mergosono Malang, Jalan Sempat Macet, Lurah Sebut Wajar: Kami Evaluasi

Pemkab Malang menyebut sudah seringkali melakukan rapid test secara gratis.

"Tapi pernah gratis kok seperti di pondok-pondok (pesantren)," kata pria yang mengawali karir politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang ini.

Menurut Sanusi, rapid test hanya diprioritaskan untuk warga yang mengalami gejala Covid-19.

"Tapi kalau tidak ada (gejala) apa apa minta gratis gak efektif. Namun jika yang bersangkutan ada gejala ya kita rapid sesuai aturan," tutur Sanusi.

Sanusi menegaskan, pihaknya mematuhi keputusan Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan tentang penetapan batasan tarif pemeriksaan rapid test sebesar Rp 150 ribu. Penetapan tarif tersebut berlaku mulai tanggal 6 Juli 2020.

Bahkan, harga rapid test di Kabupaten Malang lebih murah daripada peraturan yang ada.

"Kalau di Kabupaten Malang (rapid test) cuma Rp 130 ribu," tegas Sanusi.

Supaya pelaksanaan swab test semakin cepat diketahui hasilnya, Sanusi mengaku telah menjalin kerjasama dengan RSUD Tulungagung.

"Rumah sakit Tulungagung sudah punya izin pelaksanaan swab test," ungkap Sanusi.

Pemkab Malang lebih memilih RSUD Tulungagung karena dinilai lebih cepat saat melakukan swab test ketimbang daerah lain.

"Karena biasanya lama sampai 20 hari. Kalau di Tulungagung dua hari sudah dapat hasil," tutur Sanusi.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved