Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Sopir Truk Tujuan Bali Keberatan Kebijakan Wajib Rapid Test, Pemprov Jatim Surati Kemendagri

Emil Dardak menjelaskan, gubernur Jawa Timur telah mengirim surat ke Menteri Dalam Negeri untuk meninjau kembali SE Gubernur Bali tentang rapid test.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Senin (11/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur menindaklanjuti keresahan sopir logistik yang mengeluhkan adanya kewajiban rapid test virus Corona ( Covid-19 ) jika ingin mengantar barang ke Pulau Bali.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menjelaskan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah mengirim surat ke Menteri Dalam Negeri untuk meninjau kembali Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 10925 dan 11525 tahun 2020.

"Gubernur telah bersurat kepada Kementerian Dalam Negeri dengan memohon bahwa kendaraan truk ini seyogyanya dianggap sebagai kendaraan komuter," kata Emil Dardak seusai menerima audiensi perwakilan sopir truk di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (10/7/2020).

Emil Dardak lalu menjelaskan dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nomor 9 tahun 2020 disebutkan perjalanan orang komuter tidak diwajibkan menunjukkan surat keterangan tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji rapid test.

Menurut Emil Dardak, para sopir truk ini bisa dimasukkan ke dalam perjalanan orang komuter karena rutin mengangkut barang dan tidak tinggal lama di satu tempat.

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus, BPBD Jawa Timur Siapkan Droping Air Bersih

Pemprov Jatim Diminta Gratiskan Biaya Rapid Test Virus Corona Sopir Truk yang Antar Barang ke Bali

"Mereka hanya lewat sebentar, dan akan kembali lagi," kata Emil Dardak.

Dengan mempertimbangkan pentingnya kelancaran barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat untuk menunjang ekonomi masyarakat, Emil Dardak berharap akan ada titik temu kebijakan tersebut dengan Pemprov Bali.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menerima audiensi perwakilan sopir logistik di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (10/7/2020).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menerima audiensi perwakilan sopir logistik di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (10/7/2020). (TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA)

"Kami juga melihat ada iktikad baik dari kolega kami di Pemerintah Provinsi Bali untuk menemukan solusi yang terbaik dan kita tunggu saja perkembangannya," ucap mantan Bupati Trenggalek ini.

Dalam surat tersebut, Pemprov Jawa Timur juga meminta Menteri Dalam Negeri meninjau kembali kebijakan Pemprov Bali yang mewajibkan pelaksanaan rapid test pada penumpang angkutan penyeberangan yang memasuki Provinsi Bali, baik angkutan umum maupun angkutan barang.

511 ASN Pemprov Jatim Reaktif, 98 Orang Dinyatakan Positif Covid-19, Isolasi di RS Lapangan-BPSDM

Alumni RS Lapangan Jawa Timur Minta Masyarakat Hilangkan Stigma Negatif Pasien Covid-19 yang Sembuh

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved