Breaking News:

Soal Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu, Dewanti Rumpoko Beri Tenggat Waktu Dinas Terkait

Sebagai upaya membangun Pasar Besar Kota Batu sesuai jadwal, Dewanti Rumpoko memberi batas waktu untuk memenuhi persyaratan bagi sejumlah dinas.

TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Suasana Pasar Besar Kota Batu pada 1 Juli 2017. Pemerintah Kota Batu berencana merenovasi pasar menggunakan APBN senilai Rp 200 M yang prosesnya tetap berlanjut meski di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Sebagai upaya membangun Pasar Besar Kota Batu sesuai jadwal, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko memberi batas waktu untuk memenuhi persyaratan bagi sejumlah dinas terkait selama 100 hari terhitung sejak Juli hingga Oktober 2020.

Beberapa persyaratan yang wajib diselesaikan hingga Oktober mendatang antara lain studi kelayakan, lelang DED, lahan, hingga amdal lalin.

“Tolong saya dikasih time schedule masing-masing dinas,” tegas Dewanti Rumpoko, Minggu (12/7/2020).

Hal itu ditegaskan Dewanti Rumpoko dalam Rakor Tim Terpadu Pembangunan Percepatan Pasar Induk Batu di ruang Rupatama Balai Kota Among Tani Kota Batu.

Dewanti Rumpoko juga telah meninjau langsung kondisi pasar setelah rapat.

Ia berharap agar Pasar Besar Kota Batu bisa segera direalisasikan renovasinya.

"Pembangunan Pasar Besar Kota Batu adalah satu-satunya yang ingin saya wujudkan ketika memimpin. Di sisa 2020 semua harus dipersiapkan, baik administrasi hak kepemilikan sampai perencanaan sudah," ujar Dewanti Rumpoko.

Predator Fun Park Kembali Buka, Tebar Promo Beli 1 Tiket Gratis 1 Khusus untuk Warga Kota Batu

Tempat Karaoke dan Hiburan Malang Ditutup saat Pandemi, Pemilik Usaha Minta Pemkot Beri Kelonggaran

Dewanti Rumpoko merinci, beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan adalah untuk segera membuat konsep bentuk pasar seperti apa.

Ia mengungkapkan, Pasar Besar Kota Batu bisa dikonsep menjadi pasar tradisional yang modern dengan bangunan tiga lantai. Meliputi pasar basah di lantai bawah, kemudian penjual pakaian, toko emas di lantai dua. Serta lantai tiga sebagai tempat PKL dan tempat nongkrong.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved