Breaking News:

Indeks Harga Ikan Tongkol Naik 1,15 Persen, Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Jatim Juni 2020

Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Dadang Hardiwan sebut indeks harga ikan tongkol naik 1,15 persen sumbang meningkatnya kesejahteraan nelayan Jatim.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan memaparkan kinerja ekspor Jatim periode April 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), pertengahan tahun 2020 ini tingkat kesejahteraan nelayan dan petani di Jawa Timur meningkat.

Khsususnya pada periode bulan Juni 2020, jika dibandingkan bulan sebelumnya tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengalami peningkatan.

Peningkatan tersebut sendiri berdasarkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) di Jawa Timur pada Juni 2020 tercatat alami kenaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya atau bulan Mei 2020.

Tragedi Pilu Malam Pertama, Suami Menjerit hingga Pingsan, Penyakit Mematikan Terkuak, Istri: Tolong

Gegara Aneh Tidur Kok di Situ?, Kuak Sopir Truk Ekspedisi Tergeletak Tak Bernyawa di Gudang Tandes

Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan NTN Jatim bulan Juni 2020 naik 1,64 persen, sementara NTP Jatim bulan Juni 2020 naik 0,99 persen.

"NTN Jatim pada Mei 2020 tercatat sebesar 93,90 namun di bulan Juni 2020 menjadi 95,43 atau tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,64 persen dan untuk NTP Jatim pada Mei 2020 tercatat sebesar 99,01 namun di bulan Juni 2020 menjadi 99,99 atau tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,99 persen," kata Dadang saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (13/7/2020).

Korsleting Listrik, Rumah Warga Demangan Lamongan Ludes Terbakar, PMK Butuh 2 Jam Padamkan Api

Kapolda Jatim Sebut Tak Cukup Andalkan Dinkes Atasi Covid-19, Perlu Partner Lebih Konstruktif

Ditanyai penyebab naiknya NTN dan NTP itu sendiri, Dadang mengatakan kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan maupun petani (It) mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar nelayan maupun petani (Ib).

"Indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 1,84 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar nelayan yang hanya sebesar 0,20 persen dan untuk Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,10 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,11 persen," jelas Dadang.

Jadi pada indeks harga yang diterima nelayan bulan Juni 2020 terhadap bulan Juni 2019 (year-on-year) naik sebesar 0,03 persen itu, dikatakan Dadang sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Tongkol, Ikan Teri, Ikan Layang, Cumi-cumi, Rajungan, Ikan Cakalang, Ikan Kakap, Ikan Selar, Lobster, dan Ikan Kurisi.

Untuk andil terbesarnya ikan tongkol punya andil terbesar dengan angka persentase 1,15 persen.

"Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima petani bulan Juni 2020 adalah tebu, telur ayam ras, gabah, sapi potong, jagung, kentang, ayam ras pedaging, sapi perah, bawang daun, kambing dan untuk andil terbesarnya adalah tebu dengan angka persentase 1,15 persen," tambahnya.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved