Perguruan Tinggi Malang Dorong Mahasiswa Buat Karya Ilmiah yang Bisa Tembus Jurnal

Perguruan tinggi mendorong mahasiswa membuat karya ilmiah yang bisa tembus jurnal. Seperti yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI
Universitas Islam Malang (Unisma). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perguruan tinggi mendorong mahasiswa membuat karya ilmiah yang bisa tembus jurnal.

Harapannya agar tidak sekadar membuat skripsi.

Jika karya ilmiah, tidak hanya dikerjakan individual, tapi bisa dua-tiga orang, sehingga bisa jadi produk jurnal.

"Jangan hanya sekadar formalitas menulis. Tapi ada nilai tambahnya," jelas Rektor Universitas Islam Malang ( Unisma ), Maskuri, saat membahas pengembangan kurikulum.

Jika bisa menembus jurnal ilmiah dan disitasi, maka bisa memberikan nilai lebih pada mahasiswa, juga lembaga.

Topik yang diangkat di skripsi kadang ada yang mirip-mirip dengan skripsi sebelumnya.

38 Dosen CPNS Universitas Negeri Malang Jalani Rapid Test Covid-19 sebelum Ikuti Latsar di Jakarta

Dia mengatakan, dibanding hanya untuk menggugurkan kewajiban, maka lebih baik keluar dari zona nyaman agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Sementara di Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ), sebanyak 10 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP) menembus di beberapa jurnal di Thailand yang terindeks Tier 2 oleh TCI (Thai-Journal Citation Index Center).

TCI adalah lembaga pengindeks karya ilmiah yang menentukan kualitas publikasi yang dihasilkan oleh sebuah lembaga.

TCI di Indonesia seperti SINTA (Science Technology Index) yang dikelola Kementerian Riset dan Teknologi-Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Pintek Gandeng SEVIMA Beri Solusi Kampus-Mahasiswa saat Pandemi, Ada Teknologi hingga Cicilan Biaya

Namun usia TCI lebih lama.

10 mahasiswa yang lolos di jurnal Tier 2 ini sebagian dari mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa di Khon Kaen University, Thailand.

“Di sana mereka tidak sekadar belajar. Tapi juga membuat riset dan melaksanakan KKN tematik internasional," jelas Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved