Terlilit Kebutuhan Ekonomi, Buruh Pabrik Panci di Surabaya Nekat Edarkan Sabu

Maksud hati ingin menambah penghasilan, membuat Yori Eka Kusuma menghalalkan segala cara.

ISTIMEWA
Buruh Pabrik Panci Nekat Edarkan Sabu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Maksud hati ingin menambah penghasilan, membuat Yori Eka Kusuma menghalalkan segala cara.

Akibatnya, kini ia harus mendekam ditahanan Mapolrestabes Surabaya lantaran mengedarkan serbuk haram sabu.

Tak hanya sabu, pemuda 25 tahun asal Jemur Ngawinan I Surabaya itu juga menjual pil koplo jenis dobel L.

Yori diringkus di rumahnya setelah unit idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendapatkan informasi aktifitas bisnis tersangka.

Kisah Tragis Suami Dicerai stri 3 Menit Seusai Ijab Kabul, Gagal Malam Pertama, Tapi Malah Dipuji

Liga 1 Bakal Kick Off 1 Oktober, Pelatih Madura United Pastikan Timnya Berlatih Awal September

"Dalam penangkapan itu kami amankan sejumlah barang bukti diantaranya satu poket sabu seberat 9,3 gram, dan dua poket lainnya berisi sabu dengan berat total 1,1 gram," kata Kanit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Iptu Eko Julianto, Senin (13/7/2020).

Tak hanya paket sabu, polisi juga menyita sebuah timbangan elektrik dan satu bendel plastik klip serta satu bungkus berisi 1000 butir pil koplo jenis LL.

Sinopsis Film Korea The Host, Tentang Gadis Diculik Monster Karya Bong Joon Ho, Tayang di Trans 7

Unesa Kirim Robot KECE untuk Pemprov Jatim, Serba Bisa Bantu Paramedis Rawat Pasien Covid-19

"Barang bukti tersebut sebagian disimpan dalam bungkus rokok kemudian disembunyikan di dalam tas cangklong yang dikenakan tersangka," tambahnya.

Dihadapan penyidik, Yori mengaku sudah enam bulan terakhir menjadi pengedar sabu-sabu dan pil koplo.

Sombongnya Malaysia yang Pernah Hina Pesawat Buatan Indonesia, Sekarang Kena Batunya karena China

Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangun Tutup Usia, Pemkot Beber Fakta Sebenarnya

Dia berdalih, penghasilannya sebagai buruh pabrik panci kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kebutuhan bertambah, gajinya sedikit. Apalagi waktu pandemi gini. Saya coba-coba jual dan lumayan hasilnya," aku tersangka.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved