Breaking News:

Cegah Sebaran Corona, Shangri-La Hotel Surabaya Donasi Ribuan Masker Kain ke Tunawisma & Anak Yatim

Masker itu untuk dipakai oleh masyarakat di Indonesia ketika bepergian ke tempat umum.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Warga tunjukkan masker kain yang disumbangkan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Shangri-La Group bekerja sama dengan Diversey, perusahaan terkemuka dalam bidang kebersihan, yayasan Emmanuel di Jakarta dan komunitas Disable Motorcycle Indonesia (DMI) di Surabaya, Indonesia untuk menyediakan masker yang saat ini sifatnya wajib.

Masker itu untuk dipakai oleh masyarakat di Indonesia ketika bepergian ke tempat umum.

Shangri-La Hotel, Jakarta and Shangri-La Hotel, Surabaya merupakan dua dari 21 hotel Shangri-La di kawasan Asia Tenggara dan Sri Lanka yang secara kolektif mendonasikan 12,500 kg kain seprai, pelapis selimut, dan sarung bantal bekas bersih yang selanjutnya diberikan kepada berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk diproses menjadi masker kain.

Cicipi Tumini Tumpeng Mini ala Hotel Novotel Ngagel Surabaya, Cocok Buat Tasyakuran hingga Lamaran

5 Fakta Artis HH Digerebek di Hotel Tanpa Busana dengan Pria Pemesan, Ada Sekotak Alat Kontrasepsi

Kedua hotel Shangri-La di Indonesia tersebut bergabung bersama hotel-hotel Shangri-La lainnya di Colombo, Hambantota, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Penang, Manila, Cebu, Singapore, Bangkok dan Yangon dalam inisiatif ini.

Di beberapa kota termasuk Jakarta dan Surabaya, beserta Yangon, Manila, Colombo, Johor Bahru dan Bangkok, program ini juga memberikan peluang pekerjaan baru kepada anggota komunitas masyarakat dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah.

Di Indonesia, Shangri-La Hotel, Jakarta dan Surabaya akan mendonasikan hingga 200,000 masker kain kepada anggota komunitas yang membutuhkan termasuk para tunawisma, anak yatim, keluarga berpenghasilan rendah, orang tua dan kaum muda yang kurang mampu.

Melalui dukungan dari Emmanuel Foundation Jakarta, para wanita dari komunitas Lebak Bulus Jakarta, serta pria dan wanita berkebutuhan khusus yang bekerja sebagai penjahit dari komunitas DMI di Surabaya akan menerima pemasukan tambahan dari pembuatan masker kain yang diadakan di program ini.

Penggunaan linen bekas yang bersih yang dijahit kembali menjadi masker kain juga dilakukan oleh Shangri-La dalam usaha mengurangi mengurangi limbah lingkungan.

Jika linen baru diproduksi untuk menghasilkan setengah juta masker kain, itu setara dengan penggunaan 60 juta liter air (setara dengan 23 kolam renang ukuran Olimpiade) dan limbah karbon sebanyak 150 ton karbon dioksida, setara dengan 63.000 liter limbah pembakaran bensin *.

Jonathan Reynolds, General Manager, Hotel Shangri-La, Surabaya mengatakan, “Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat selama masa sulit ini. Hal ini kami lakukan melalui pemberdayaan masyarakat lokal serta mengambil bagian dalam upaya perlindungan masyarakat dari persebaran COVID-19 di Surabaya. ”

Halaman
12
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved