Virus Corona di Batu

Isolasi Mandiri di Rumah Berisiko, Wali Kota Batu Dewanti Ajak Pasien ke Shelter

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terus mengajak masyarakat Kota Batu disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk menekan potensi penularan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA/HUMAS KOTA BATU
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Balaikota Among Tani. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terus mengajak masyarakat Kota Batu disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk menekan potensi penularan. Berdasarkan data harian, hampir setiap hari ada tambahan kasus positif Covid-19 di Kota Batu.

Menurut Dewanti Rumpoko, peningkatan tak terjadi di Kota Batu saja, melainkan juga di Kota Malang dan Kabupaten Malang. Trend terkini penularan di kawasan Malang Raya berasal dari klaster keluarga.

Menurut Dewanti, tidak sedikit yang dinyatakan positif dari klaster keluarga memilih melakukan isolasi mandiri di rumah. Menurutnya cara seperti itu memiliki risiko tinggi menularkan pada anggota keluarga lainnya. Pasalnya ada ruang yang berpotensi dipakai secara bersama-sama.

"Kamar mandi yang menjadi satu, alat makan, cuci pakaian dan sebagainya. Mustahil jika tak terjadi penularan. Lebih aman memilih shelter atau rumah sakit," ucap Dewanti Rumpoko.

Ia mengatakan, pihaknya berkeinginan meniru penanganan seperti di Kota Malang. Bagi siapa saja yang dinyatakan positif langsung dievakuasi ke shelter. Langkah itu diambil demi kebaikan bersama dan pasien diharapkan lekas sembuh.

Rekor Terbanyak Pasien Covid-9 Sembuh Mencapai 14 Orang

Khofifah Akan Operasikan Robot KECE Unesa di RS Darurat Lapangan Indrapura

Nasib Tragis ABG Dililit Ular Sepanjang 4 Meter, Hanya Ditonton Warga hingga Ajal Tiba, Pada Takut

"Kami akan berkordinasi dengan Dinkes agar mereka mau dipindahkan ke shelter," katanya kepada TribunJatim.com.

Selama ini, Pemkot Batu memanfaatkan Hotel Mutiara Baru sebagai tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi. Dari data yang dihimpun tim Gugus Tugas Kota Batu, per Minggu (12/7/2020), ada 35 orang yang menjalani isolasi di shelter dan 37 orang memilih bertahan di rumah. Sedangkan 15 orang dirawat di rumah sakit rujukan dan 31 orang dinyatakan sembuh. Tujuh orang lainnya meninggal dengan status positif Covid-19.

Status kenaikan kasus Covid-19 di Kota Batu masuk dalam kategori risiko sedang. Status tersebut berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di laman http://infocovid19.jatimprov.go.id/ per Minggu pukul 10.35 WIB. Dengan status risiko sedang, wilayah Kota Batu di peta berwarna oranye.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori menjelaskan status berisiko sedang atau oranye untuk Kota Batu sudah ada sejak 8 Juli 2020.

Chori menerangkan, penurunan status di Kota Batu sesuai dengan 14 kriteria yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

“Mulai tanggal 8 Juli 2020 berdasarkan data dari Provinsi Jawa Timur Kota Batu masuk Zona Orange. Kriteria warna dihitung berdasarkan 14 indikator tersebut,” ujar Chori. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved