Virus Corona di Surabaya

Menkes 'Ngantor' di Surabaya, Nasdem Jatim Sebut Tanda Krisisnya Penanganan Covid-19: Kegagalan

Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur bidang Media & Komunikasi Publik, Vinsensius Awey menilai penanganan Covid-19 di Jatim gagal total.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
MAKAM PENUH - Sejumlah petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan alat berat memakamkan jenazah dengan protokol standart Covid-19 di TPU Keputih, Rabu (15/7). Dari data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19, Kota Surabaya per Selasa (14/7/2020) korban meninggal sebanyak 638 orang, pasien positif 7.331 dan pasien sembuh sebanyak 3.700 orang. Sebanyak 1600 jenazah sudah dimakamkan di TPU Keputih dalam kurun waktu 3 bulan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur bidang Media & Komunikasi Publik, Vinsensius Awey menilai penanganan Covid-19 di Jawa Timur gagal total.

Walaupun tingkat penyembuhannya meningkat, tingkat penularan Covid-19 di Jawa Timur semakin meningkat.

Bahkan Covid-19 sudah menulari kalangan elit. Mulai dari Kepala Bappeda Jawa Timur, Rudy Ermawan Yulianto, hingga Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun.

Pasien Covid-19 di Tulungagung Tersisa 2 Orang, Kapolres Beri Penghargaan ke Direktur RSUD dr Iskak

Selain itu kehadiran Menteri Kesehatan (Menkes) yang berpindah kantor ke Surabaya serta rencana Kapolda Jatim akan berkantor di Polsek-Polsek di Surabaya juga salah satu indikator krisisnya penangan Covid-19 di Jawa Timur terutama Surabaya.

“Ini salah satu bukti, ketidakmampuan kinerja Satgas Covid-19 Jatim menangani pandemi ini dan ini sama dengan kegagalan,” ujar mantan anggota DPRD Surabaya ini, Rabu (15/7/2020).

Kehadiran Menkes di Surabaya juga disinyalir untuk merekatkan sekaligus menciptakan iklim kerja sama yang baik antar kepala daerah.

Pesan Khusus dari Pembunuh Editor Metro TV Menurut Ahli Viktimologi, dari Letak Pisau, Saya Hukum

Motif Asmara & Orang Ketiga di Balik Kematian Editor Metro TV, Kekasih Yodi Prabowo: Rekan 1 Kantor

“Jangan menggunakan arogansi kedaerahan, sehingga berdampak terhadap kebijakannya, hentikan semua sifat-sifat seperti itu, yang menjadi korban, nantinya rakyat juga,” tandasnya.

Dirinya melihat langkah pemerintah hanya sebatas retorika dengan seperangkat publikasi untuk menunjukan keseriusan dalam penangganan Covid-19.

"Hal itu dapat kita temukan di beberapa daerah aksi cowboy masing-masing kepala daerah turun sendiri untuk sosialisasi kebijakan dari satu kampung ke kampung lainnya dengan kendaraan roda dua," lanjutnya.

Tragedi Pernikahan Jadi Hari Pemakaman, 1 Kecerobohan Pengantin Wanita Fatal: Tercekik di Meja

Menurut Awey, masing-masing pemerintah daerah harus bisa bersinergi dengan baik satu sama lainnya karena antar satu daerah ke daerah lainnya saling bergantungan.

"Penangganannya tidak bisa hanya sektoral akan tetapi harus keseluruhan mencakup kebijakan teritorial wilayah yang lebih luas," ucap Awey.

"Jadi sudahlah hentikan segala aksi drama yang ada. Hentikan saling sambat, hentikan sikap superior satu sama lainnya," pungkasnya.

Ini 5 Provinsi yang Alami Penambahan Kasus Corona Tertinggi Rabu 15 Juli 2020, Jawa Tengah Pertama

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved