Breaking News:

Suplai BBM Jenis Premium Dihentikan Bupati, DPRD Magetan Mengaku Tidak Tahu

DPRD Kabupaten Magetan mengaku tidak diberitahu oleh Bupati Magetan mengenai permintaan penghentian pasokan BBM jenis premium ke seluruh SPBU.

TRIBUNJATIM.COM/DONY PRASETYO
Bupati Magetan Suprawoto minta PT Pertamina tidak lagi mengirim BBM jenis Premium ke seluruh SPBU di Magetan, dengan alasan antisipasi pandemi Covid 19. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - DPRD Kabupaten Magetan mengaku tidak diberitahu oleh Bupati Magetan mengenai permintaan penghentian pasokan BBM jenis premium ke seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Magetan.

"Belum ada info tentang penghentian pasokan BBM jenis premiun," kata Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno kepada TribunJatim.com, Rabu (15/7).

Menurut Sujatno, alasan penghentian pasokan BBM jenis premium karena dikhawatirkan terjadi kerumunan masa saat proses antri di SPBU, mestinya bisa disiasati dengan pendekatan penerapan protokol kesehatan.

Sebelum Demo Tolak RUU HIP Kediri, Para Peserta Bakal Dirapid Test, Gugus Tugas: Cegah Klaster Baru

Terpesona Lihat Potret Irwan Mussry Saat Muda, Maia Estianty Puji Sang Suami: Gantengnya Masya Allah

"Menurut saya, kita harus membiasakan hidup dengan Covid-19, sehingga ekonomi tetap bergerak. Tapi tetap dengan menerapkan secara disiplin protokol kesehatan sebagai penanganan covid 19 itu," kata pemilik sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Magetan ini.

Sementara Ketua LSM Krena Atma Emanuel yang mengirim surat kepada Bupati Magetan meminta mencabut kebijakan penghentian pasokan BBM jenis premium di seluruh SPBU itu.

"Kebijakan bupati kalau alasan hanya terjadi kerumunan warga, itu sangat klise. Kalau alasan terjadi kerumunan massa, banyak tempat terjadi kerumunan massa. Malah lebih berlipat lipat kerununan massa daripada antrian BBM premium," ujar Atma.

Syok Warga Jember Pindahkan Bensin Malah Rumahnya Hangus Terbakar, Tak Sadar Ada yang Tercecer

Wabup Pasuruan Lepas Kepulangan 32 Pasien Sembuh Covid-19, Ini Pesan yang Disampaikan: Ingat 5M

Dicontohkan Atma, pasar hewan yang berlokasi sekitar 100 meter dari rumah Bupati Magetan di Kecamatan Maospati, potensi kerumunan warga justru berkali-kali lipat dibandingkan antrian BBM premium warga di SPBU.

"Selain alasan klise, terkait kebijakan yang menyangkut nasib rakyat, seyogyanya bupati harus berembug dengan DPRD. Tidak bisa Bupati memutuskan sendiri terkait nasib rakyat, apalagi DPRD itu wakil rakyat. Jadi alasan kerumunan warga, pastinya bukan satu satunya," kata Atma.

Tanamkan Protokol Covid-19 Lewat Kreativitas, MPLS SMP Barunawati Surabaya Ada Merias Face Shield

Wali Kota Kediri Calon Kuat Ketua DPW PAN Jatim, Abdullah Abu Bakar Siap Diberi Amanah: Laksanakan

Seperti diberitakan, sejak empat bulan lalu, seluruh SPBU di Magetan tidak menjual BBM jenis premium.

Akibatnya masyarakat strata ekonomi menengah bawah yang sebelumnya rela antri BBM murah semalaman, terpaksa harus membeli BBM jenis Pertalite yang harganya lebih mahal.

Usut punya usut, kebijakan menghentikan kiriman BBM jenis premium yang selama ini merupakan BBM murah yang konon karena di subsidi itu atas permintaan Bupati Magetan Suprawoto.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved