Breaking News:

Warga Resah, Bupati Magetan Perintahkan Pertamina Hentikan Kiriman Premium ke Seluruh SPBU

Kebijakan Bupati Magetan menghentikan peredaran BBM murah jenis Premium mendahului kebijakan Pertamina yang akan menghapus BBM jenis premium dan pert

Surya/ Doni Prasetyo
Kebijakan Bupati meminta Pertamina menghentian pengiriman BBM jenis premium ke seluruh SPBU di Magetan, mengakibatkan masyarakat terpaksa beli BBM jenis pertalite yang harganya lebih mahal. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kebijakan Bupati Magetan menghentikan peredaran BBM murah jenis Premium mendahului kebijakan Pertamina yang akan menghapus BBM jenis premium dan pertalite.

Bahkan kebijakan Bupati Magetan itu sudah dilakukan sejak Maret 2020 atau empat bulan lalu. Akibat kebijakan itu, warga masyarakat di kabupaten Magetan, terutama strata ekonomi menengah bawah kesulitan mencari BBM murah, yang konon disubsidi pemerintah itu.

"Mestinya dimasa sulit ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, Bupati Magetan tidak mengeluarkan kebijakan yang menambah kesulitan warga masyarakatnya itu," kata Ketua LSM Kresna Atma Emanuel, kepada Surya, Rabu (15/7).

Menurut Atma, kebijakan Bupati Magetan itu dampaknya sangat dirasakan warga masyarakat strata ekonomi menengah bawah, karenanya kebijakan itu dianggapnya tidak berpihak kepada rakyat.

"Warga untuk mendapat BBM murah ini rela antri semalaman. Namun, sejak sekitar empat bulan lalu, masyarakat tidak lagi bisa mendapatkan BBM murah itu," katanya.

Mestinya, lanjut Atma Emanuel, kalau alasan Bupati Magetan sebagai antisipasi menyebarnya Covid 19, karena terjadinya kerumunan warga di SPBU saat mengantre premium itu. Bupati bisa perintahkan aparatnya mengatur antrean itu.

Pesan Khusus dari Pembunuh Editor Metro TV Menurut Ahli Viktimologi, dari Letak Pisau, Saya Hukum

Suasana Haru Biru Pecah Saat Presiden Jokowi Lantik Perwira Remaja AAL

Ular Sepanjang 4 Meter Lilit ABG, Warga Pada Takut dan Hanya Nonton, Nasib Korban Tragis

"Bupati kan punya aparat, gimana agar masyarakat yang mengantri itu tetep sesuai protokol kesehatan, tapi jangan menghentikan kebutuhan masyarakat itu. Karena itu kami mengirimkan surat agar Bupati mencabut Kebijakan itu,"ujar Atma.

Penghentian pengiriman BBM jenis premium baru diketahui setelah sejumlah SPBU di Magetan protes DO (delivery order) BBM jenis premium kepada Pertamina, dan mendapat jawaban penghentian pasokan BBM jenis premium itu atas permintaan Bupati Magetan.

Bupati Magetan Suprawoto yang dikonfirmasi membenarkan surat permintaan pencabutan kebijakan penghentian pasokan BBM jenis premium itu dari embaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kresna.

"Ya betul, alasan kita (Pemerintah Kabupaten), kebijakan kita karena Covid-19. Karena setiap saat, antrean pembeli mengular sehingga menimbulkan kerumunan," kata Bupati Suprawoto kepada Surya, Rabu (15/7).

Dikatakan Bupati, alasan embaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kresna meminta pencabutan penghentian pasokan BBM jenis premium itu karena masalah ekonomi warga.

"Kita akan minta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telaah. Karena kita (Pemerintah Kabupaten) harus seimbang antara perhatian kesehatan dan ekonomi berjalan seiring," tegas Bupati Magetan Suprawoto.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved