Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Pemkab Trenggalek Minta Sebanyak Mungkin Masjid Atau Musala Gelar Salat Idul Adha

Pemerintah Kabupaten Trenggalek meminta agar sebanyak mungkin masjid dan musala menggelar Salat Id saat Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tangkap layar YouTube BNPB Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (tengah) saat mengisi acara di Media Center Gugus Tugas Nasional, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek meminta agar sebanyak mungkin masjid dan musala menggelar Salat Id saat Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

Harapannya, jamaah salat id tersebar di semakin banyak tempat salat. Sehingga Salat Id tak berpusat di satu atau dua masjid besar untuk menghindari kerumuman di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, semakin banyak masjid dan musala yang menggelar salat id artinya semakin sedikit jumlah jamaah di satu tempat.

"Jika sedikit tempat (yang menggelar salat id), kami khawatir terjadi pembeludakan jamaah," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Jumat (17/7/2020).

Dengan semakin banyak tempat salat id juga, ia meyakini, penerapan protokol kesehatan juga semakin mudah terlaksana.

Pengadilan Negeri Surabaya Resmi Tiadakan Penyembelihan Dan Pembagian Daging Kurban

Profil-Biodata Omaswati, Pelawak Lenong dengan Ciri Khas Ceplas-ceplos, Penggiat Budaya Betawi

Penumpang Kereta Api Tujuan Jakarta Kini Tak Perlu Bawa SIKM DKI Jakarta

Untuk itu, ia meminta masjid dan musala yang sebelumnya tak menggelar salat id untuk menyelenggarakan tahun ini.

"Agar masyarakat di dekat tempat itu tidak ke tempat lain yang menimbulkan kerumunan yang parah," ucap Mochamad Nur Arifin atau lebih akran disapa Mas Ipin kepada TribunJatim.com.

Selain itu, ia juga meminta agar takmir masjid atau petugas salat id memastikan para jamaah yang ikut salat dalam kondisi sehat.

"Tidak berstatus dari perjalanan atau perantau, tidak sakit. Juga anak, lansia, dan yang punya penyakit bawaan sebaiknya di rumah saja," katanya kepada TribunJatim.com.

Para jamaah juga diimbau untuk membawa peralatan salat dari rumah. Terutama sajadah. Mereka juga wajib menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

Selain itu, Pemkab juga meminta agar kegiatan takbiran disemarakkan di masjid, musala, dan rumah dengan pembetasan jumlah peserta.
Pemkab melarang adanya takbir keliling pada pelaksanaan ketika wabah virus Corona atau Covid-19 masih belum usai. (aflahulabidin/TribunJatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved