Breaking News:

Kembali Tunda Rekomendasi untuk Pilkada Surabaya, Pengamat Nilai PDI Perjuangan Kelewat Hati-hati

PDI Perjuangan kembali menunda mengumumkan rekomendasi untuk Pilkada Surabaya 2020.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Taufiqur Rohman
ISTIMEWA
Peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam 

Pada masa Pandemi ini pemilih tersebut akan berubah dari pemilih rasional ke pemilih emosional.

"Adanya tekanan ekonomi pada masa pandemi ini akan membuat money politik kemungkinan besar akan lebih kuat dalam mempengaruhi pilihan," lanjutnya.

Untuk itu, menurut Surokim, PDI Perjuangan tidak bisa jemawa dengan dukungan basis tradisional yang selama menjadi andalan.

"Angka liar ini bisa sangat menentukan karena figur dan mesin partai tidak bisa turun ke bawah dan menyapa langsung secara leluasa sehingga butuh strategi strategi khusus saat Pandemi," ucapnya.

Isi HP Editor Metro TV Yodi Prabowo Jadi Harapan Polisi, Sudahkah Terbongkar? Kita Buka Semuanya

Oknum Pejabat Desa di Gresik yang Cabuli Bocah SD Ternyata Belum Ditangkap

Untuk itu, menurut Surokim, semakin cepat rekomendasi PDI Perjuangan diberikan maka semakin bagus untuk calon tersebut menyiapkan mesin pemenangan.

"Kalau rekomendasi PDIP bukan ke Pak MA, formulanya biasanya kombinasi antara kader dan non kader," ucap Surokim.

Menurut Surokim, pasangan yang berpeluang besar untuk mendampingi kader PDIP untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020 adalah sosok birokrat.

Sosok Lestari Parlan, Bekerja Sesuai Passion Memang Menggembirakan

Sedangkan birokrat yang selama ini paling moncer adalah Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi yang digadang menjadi anak kesayangan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Kenapa birokrat? Ya karena ada faktor Bu Risma yang sudah 10 tahun memimpin Surabaya. Dia juga Ketua DPP dan punya akses ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri cukup kuat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved