Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

UPDATE CORONA Jatim Jumat 17 Juli, Total Pasien Sembuh 8313 Orang, Eksisting Positif Ada 8178 Pasien

Kabar baik disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam update perkembangan Covid-19, Jumat (17/7/2020).

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Sudarma Adi
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sejauh ini Jawa Timur masih menjadi provinsi tertinggi secara nasional yang telah melakukan rapid test secara massal. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabar baik disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam update perkembangan Covid-19, Jumat (17/7/2020).

Pasalnya per hari ini, ada kenaikan jumlah pasien sembuh Covid-19 Jatim yang membuat kumulatif pasien sembuh melampaui jumlah pasien Covid-19 yang saat ini tengah dirawat.

Hingga malam ini, jumlah pasien sembuh Covid-19 di Jatim sudah tembus 8.313 orang. Atau artinya recovery rate covid-19 Jatim 46,6 persen. Angka tersebut dicapai dengan tambahan kasus sembuh hari ini sebanyak 387 orang.

Jatim Provinsi Tertinggi Rapid Test Massal, Tembus 598.065, Khofifah Optimitis Lalui Masa Darurat

Pembeli Apartemen The Frontage Minta Perlindungan Gubernur Jatim Khofifah

Soal Seleksi Direksi Bank Jatim, DPRD Tunggu Gubernur Khofifah: Segera Merespon Sebelum RUPS

Sedangkan untuk kasus positif pasien covid-19 Jatim yang kini tengah dirawat ada sebanyak 8.178 orang. Dengan kumulatif kasus positif adalah 17.829.

“Alhamdulillah, jumlah kesembuhan terus bertambah. Ini menjadi kabar baik sekaligus penyemangat untuk seluruh masyarakat Jatim agar bisa sesegera mungkin keluar dari situasi darurat Covid-19,” ungkap Khofifah.

Dengan sungguh sungguh ia mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh tenaga kesehatan, aparat TNI dan Polri, akademisi dan seluruh relawan Covid-19 yang sudah bahu membahu, kerja keras sehingga jumlah pasien sembuh Jatim bisa melebihi jumlah pasien positif eksisting.

Namun demikian, Khofifah meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menurutnya, tidak ada tawar menawar untuk hal tersebut.

"Jangan sampai situasi ini membuat kita menjadi lengah. Sebaliknya, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Semua berpotensi tertular dan menularkan,” tuturnya.

Khofifah menambahkan, salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka pasien sembuh di Jatim yaitu adanya tambahan bed dan rumah sakit rujukan dari 99 menjadi 126 rumah sakit rujukan.

Serta perawatan yang efektif di RS Darurat atau RS Lapangan di Jalan Indrapura, Surabaya. Saat ini, kesembuhan di RS Lapangan Indrapura mencapai seratus persen dan kematian nol persen dan yang telah selesei dirawat sembuh mencapai 80,4 persen.

"Pemisahan pasien ringan dengan sedang dan berat, penggunaan plasma convalesent maupun karantina terpusat di RS Darurat Indrapura cukup efektif dalam mendongkrak angka kesembuhan di Jatim," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved