Breaking News:

Pupuk Kaltim Salurkan 160.173,8 Ton Pupuk Urea Subsidi Untuk Jatim

Pupuk Kaltim memastikan penyaluran dan pemenuhan pupuk Urea subsidi di Jawa Timur (Jatim) di bulan Juli berlangsung aman.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pupuk Kaltim Panen Demplot Kemitraan Pertanian dengan KTNA Banyuwangi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pupuk Kaltim memastikan penyaluran dan pemenuhan pupuk Urea subsidi di Jawa Timur (Jatim) di bulan Juli berlangsung aman.

"Hingga Selasa (21/7/2020), kami telah menyalurkan 160.271 ton pupuk Urea subsidi ke berbagai kabupaten," kata Rudy Sulistya, Superintendent Pupuk Kaltim wilayah Jatim, Kamis (23/7/2020).

Jumlah itu sudah melebihi alokasi atau sekitar 123 persen dari alokasi 130.622 ton Urea subsidi periode Januari hingga Juli 2020, yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Penyaluran sudah mulai dilakukan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Tahun 2020. Misalnya untuk Periode Januari hingga Juli 2020, perbandingan penyaluran dan alokasi di Kabupaten Jember, Urea subsidi yang telah disalurkan sebanyak 38.474,6 ton atau 118 persen dari alokasi 32.527 ton.

Kemudian kabupaten Banyuwangi sebanyak 29.750 ton atau 133 persen dari alokasi 22.368 ton, serta kabupaten lainnya yang penyaluran pupuknya juga banyak yang melebihi dari target alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.

"Pupuk Kaltim menyalurkan pupuk subsidi agar dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi yang diatur Kementerian Pertanian, sehingga tidak terjadi kekurangan pupuk subsidi dalam musim tanam," jelas Rudy kepada TribunJatim.com.

Alex Marquez Pastikan Tak Ada yang Berubah Meski Harus Jalani MotoGP Andalusia 2020 Tanpa Kakak

BREAKING NEWS - Mobil PMI Penyemprot Disinfektan di Gresik Dilempari Batu Sekepalan Tangan

Kisah Cinta Segitiga Editor Metro TV Diungkap Pacar, Pesan Suci ke Wanita yang Ditolak: Sini Ketemu

Perusahaan berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi dasar dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

“Penyaluran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi dalam musim tanam sesuai kebutuhan petani,” lanjut Rudy Sulistya kepada TribunJatim.com.

Sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus menggunakan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

Hal ini merupakan inovasi yang dikembangkan Kementerian Pertanian dimana tahun sebelumnya hanya menggunakan RDKK manual.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved