Cara Beda Masjid Al Akbar Surabaya Gelar Salat Idul Adha, Pakai Kuota, Bagi 5000 ID Card ke Jemaah

Di masa adaptasi kebiasaan baru, salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya dipastikan dengan menerapkan sistem ID Card.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Seminggu sebelum Salat Idul Adha berlangsung, mulai hari ini (24/7), pihak panitia pelaksana mulai membagikan Id Card kepada para jamaah yang sudah mendaftar. Dari 5000 kuota yang disediakan, hingga saat ini sudah ada 2.300 ID Card yang sudah siap dibagikan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di masa adaptasi kebiasaan baru, Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya dipastikan dengan menerapkan sistem kuota pakai ID Card

Hal itu dilakukan agar pihaknya dapat menerapkan jaga jarak antar para jamaah.

Seminggu sebelum salat Idul Adha berlangsung, mulai hari ini (24/7), pihak panitia pelaksana mulai membagikan ID Card kepada para jamaah yang sudah mendaftar.

Salat Jenazah Almarhumah Ibunda La Nyalla Berlangsung Khusyuk, Wagub Emil Sampaikan Belasungkawa

Pemkab Trenggalek Minta Sebanyak Mungkin Masjid Atau Musala Gelar Salat Idul Adha

Resmi dari MUI, Berikut Fatwa Soal Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Dari 5000 kuota yang disediakan, hingga saat ini sudah ada 2.300 ID Card yang sudah siap dibagikan.

"Hari ini dan besok adalah gelombang pertama untuk pengambilan Id Card. Saat ini untuk jamaah pria kemudian besok jamaah wanita. Total id card yang bisa diambil 2300 dari 5000 kuota yang tersedia," kata Helmy M Noor Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (24/7/2020).

Pengambilan id card itu, kata Helmy, dibagi menjadi dua sesi. 

Yang pertama pada pukul 08.00-10.00 WIB. Sedangkan sesi berikutnya berlangsung pukul 13.00-selesai.

"Kenapa dibagi karena agar tidak ada kerumunan antrian," ucap Helmy.

Kata Helmy, dari 5000 kuota yang disediakan setidaknya sudah ada 50 persen lebih jamaah yang sudah mendaftar.

"Yang terekap sudah hampir separohnya. Ada yang belum kami collabs datanya. Kira-kira sampai sekarang kurang 30 persen dari kuota 5000 itu," jelasnya.

Untuk itu dari jamaah yang saat masih dilakukan proses pendataan, pengambilan Id Card akan dilakukan pada tanggal 29 mendatang.

"Nanti pengambilannya juga berlangsung dua sesi seperti sekarang jam 8-10 pagi kemudian jam 10 -12 siang," ucapnya.

Perlu diketahui, dari 5000 ribu kuota yang disediakan, pihaknya menyediakan tempat 2691 Id Card bagi jamaah putera. Sedangkan jamaah puteri ada 2309.

Sementara itu, Helmy memastikan, saat berlangsungnya Salat Idul Adha nanti, ada 14 protokol kesehatan harus wajib dipatuhi jamaah.

Seperti halnya wajib memakai masker, pemeriksaan suhu badan, dan alas kaki yang sudah terkantongi plastik wajib dibawa ke dalam masjid. 

Tak hanya itu, bacaan salat dan khutbah akan diperpendek. 

"Jadi salat tak berlangsung lama untuk itu  jamaah jangan datang terlambat. Karena salat dulu baru khutbah. Perkiraan itu semua berlangsung 30 menit," pesannya.

Helmy menambahkan, adanya penerapan aturan ini, pihaknya mendapat respon positif dari para jamaah. 

"Alhamdulillah mereka senang karena merasa terlindungi dari protokol yang kami terapkan. Dan satu visi mereka bisa ikut salat. Yang kedua ID Card menjadi kenang-kenangan seumur hidup bagi mereka. Karena semoga tahun berikutnya pandemi sudah usai. Kan kalau seperti itu berarti Id Card berkesankan bagi mereka karena seumur-umur baru pertama ini salat pakai cara ini," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved