Breaking News:

Terapkan Protokol Kesehatan, Banyuwangi Keluarkan Panduan Transaksi Hewan Kurban

Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijr

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Hewan kurban yang telah diperiksa dan diberikan tanda khusus oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pandemi virus Corona atau Covid-19, sekaligus tetap menjamin aspek kehalalan dan kebersihan daging kurban.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 antara lain terkait dengan sumber daya manusia (SDM), proses pemilihan hewan kurban, penyembelihan dan pengelolaan, hingga pendistribusian daging kurban.

"Baik penjual kambing, pembeli, bahkan panitia diwajibkan memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk selalu menjaga jarak, memakai masker, sarung tangan, kacamata safety, apron dan sepatu boots," kata Arief Setyawan, Jumat (24/7/2020).

Selain SDM, kata Arief Setyawan, pihaknya juga memberlakukan standar pemilihan hewan kurban. Untuk mendapatkan hewan kurban yang sehat, Arief mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban hanya di tempat-tempat yang telah tersertifikasi oleh Dinas Pertanian.

Nongkrong Sambil Pesta Miras, 4 Pemuda di Waru Sidoarjo ini Dihukum Bersihkan Makam

Penjual Hewan Kurban Surabaya Pakai Jasa Koboi Cantik, Gaet Pembeli & Ingatkan Protokol Kesehatan

Tak Pulang 2 Hari, Gadis Ini Bernasib Pilu Disetubuhi Kakak Beradik: Minum 15 Sachet Obat Batuk Cair

Para pedagang kambing tersebut mendapat surat sertifikat resmi dari dinas sebagai tanda telah memenuhi standar pemilihan hewan kurban dan patuh pada aturan protokol kesehatan.

“Belilah ternak ditempat yang sudah tersertifikasi. Selain lebih aman karena protokol kesehatannya jalan, ternak yang dibeli di tempat-tempat tersebut kami jamin bebas penyakit dan sesuai syari’at Islam,” ujar Arief kepada TribunJatim.com.

Sertifikasi penjual tersebut telah dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan, yang meliputi pemeriksaan ante mortem (pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dilakukan pemotongan) ke sejumlah lapak penjual. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak, sekaligus mengecek penerapan protokol kesehatan di lapak tersebut.

Selain itu, Arief juga mengimbau agar penyembelihan hewan dilakukan di rumah potong hewan (RPH) atau di tempat pemotongan hewan (TPH) yang lokasinya luas, sehingga memungkinkan physical distancing dilakukan. Panitia penyembelihan juga wajib pakai masker, sarung tangan, dan menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.

“Di tempat pemotongan hewan protokol kesehatan harus dijaga. Carilah tempat yang luas, pisahkan antara tempat pemotongan kurban, penimbangan dan pengemasan daging supaya tidak banyak orang bergerombol. Ibu-ibu yang biasanya motong daging duduknya berhadapan, tolong posisinya sekarang berjajar. Ini semua untuk mencegah penyebaran covid,” kata Arief.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved