Virus Corona di Banyuwangi

Kawasan Kuliner Kampung Mandar Punya Bilik Kuliner Steril, Terinspirasi Konsep Restoran Belanda

Kawasan kuliner Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwang punya bilik kuliner steril amankan pengunjung dari Covid-19. Terinspirasi dari restoran Belanda.

Penulis: Haorrahman | Editor: Hefty Suud
SURYA/HAORRAHMAN
Bilik Kuliner steril di kawasan kuliner Kampung Mandar. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pelaku wisata Banyuwangi kian bergeliat menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.

Terlihat di kawasan kuliner Kampung Mandar, di sana ada bilik kuliner steril guna mengamankan pengunjung dari virus Corona ( Covid-19).

Wisata kuliner ini berlokasi di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, yang tak lain adalah kawasan sekitar muara Pantai Boom. Menunya tentu saja khas daerah pantai, ikan bakar.

Warga RT 05 RW 02 Kelurahan Arjosari Urunan Buat Pos Kamling Digital, Dorong Siswa Sekolah Daring

Sinopsis Saraswatichandra Episode 54 Sabtu, 25 Juli 2020, Drama India Tayang di ANTV

"Terima kasih teman-teman nelayan Kampung Mandar, dinas terkait, kecamatan, dan Bank Jatim yang memberi dukungan. Kehadiran tempat kuliner unik seperti ini memberi semangat kepada kita semua untuk bekerja lebih kreatif memulihkan ekonomi lokal setelah dihajar dampak pandemi Covid-19,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Kampung ini dulunya adalah kawasan yang terkesan kumuh. Perlahan, dengan pendampingan Dinas Kelautan dan Perikanan, sejak tiga tahun lalu keluarga nelayan membuat warung-warung dengan menu ikan laut. Kawasan tersebut pun mulai berubah.

Pemkab Tuban Target November Jadi Zona Hijau, Kapolres Tuban Godok Strategi Optimalkan 3T

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun Dirudapaksa 8 Pria di Pantai, Obat Jadi Modus Pelaku, Ending Tragis

"Pada 2018, mulai digelar festival pasar ikan sebagai strategi agar kawasan berubah menjadi lebih bersih. Warung kami promosikan, dinas terus mendampingi, akhirnya warga mulai mendapat tambahan pemasukan. Selama pandemi pasti jeblok, makanya sekarang kita bangkitkan lagi, termasuk dengan model bilik kuliner steril semacam ini,” ujarnya.

Di kawasan tersebut terdapat 10 bilik kuliner steril. Para pemilik warung melayani pengunjung dengan pelindung diri. Dinas Kesehatan dilibatkan terjun langsung mendampingi proses memasak agar selalu higienis.

Para tamu duduk di dalam bilik tertutup yang transparan. Di dalam bilik disediakan meja dan kursi yang selalu dibersihkan setelah dipakai.

”Higienitas alur produksi, mulai dari mendapatkan ikan sebagai bahan baku, proses memasak, sterilisasi alat masak, hingga penyajian; semua rangkaian itu harus dipastikan higienis,” pesan Anas.

"Ini adalah restoran ikan milenial. Saya yakin, warung-warung di sini akan kembali bergeliat, inovasi warga pun muncul. Insya Allah ini jadi modal kita untuk berjuang memulihkan ekonomi,” papar Anas.

Berbagai makanan disediakan di kawasan kuliner tersebut. Ada ikan bakar, tahu walik berisi daging, hingga palapa sampan khas nelayan alias ikan pindang berkuah yang super segar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, MY Bramuda menambahkan, tempat ini awalnya terinspirasi dari konsep restoran yang ada di Belanda.

“Kita sedang atur tidak ada kontak antara pelayan dan pengunjung. Jadi pengunjung datang langsung masuk ke bilik, lalu pelayan datang melayani pemesanan dengan tetap berada di luar bilik yang transparan. Demikian pula saat pembayaran. Jadi tidak ada kontak dekat pelayan pengunjung,” jelasnya.

“Ke depan, konsep ini akan diterapkan di sejumlah sentra kuliner lainnya,” imbuh Bramuda.

Penulis: Haorrahman

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved