Breaking News:

Kekejaman Suami Demi Pelakor Bahagia, Rumah & Istri Sah Dibakar, Anak Sasaran Brutal, Mertua Tewas

Cerita kekejaman suami demi pelakor bisa bahagia dan menikahinya, dikorbankan istri sah, tiga anaknya bahkan ibunya sendiri.

Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Tribunnews.com
Ilustrasi istri dan keluarga di bakar hidup-hidup karena ingin nikahi pelakor 

Video ini memperlihatkan proses pencarian hingga menggerebek sendiri sang suami bernama Joni (30) sedang bersama TP di sebuah kamar.

WK yang memakai gaun berwarna hitam, masker, dan rambut diikat, dalam video, terlihat mulai menaiki tangga kos-kosan yang berlantai dua.

Dalam video amatir berdurasi 6 menit 29 detik, WK ditemani seorang pria berbaju merah.

WK berhenti di depan sebuah kamar yang diduga tempat sang suami bersama sang pelakor, TP.

"Hantam aja, Bang," kata pria yang merekam video.

Pria berbaju merah yang mengikuti dari belakang, kemudian mengambil ancang-ancang untuk mendobrak kamar.

Benar saja, setelah pintu didobrak tampak di dalam kamar ada beberapa orang sedang bersama.

Terlihat sepasang manusia sedang tidur di bawah lantai beralaskan karpet.

Joni yang tidak memakai baju, panik bukan kepalang saat sang istri menggerebek langsung dirinya berduaan dengan TP yang saat itu mengenakan daster motif bunga.

Ending Drama PNS Selingkuh di Medan, Istri Sah Malah Minta Maaf, Bahas Anak ke Pelakor: Ayo Perbaiki

"Oh gitu buang stres sama lainnya lon** gini, cewek murahan," kata sang istri marah.

"Enggak tahu malu loe lon**. Sok kecakapan lu tahu enggak. Anj*** lu tahu enggak. Enggak tahu malu lu. Janda aja pun sok kali lu," teriak sang istri.

Sang suami yang memiliki tato di lengan hanya bisa celingak-celinguk melihat sang istri yang murka.

"Oh gitu, buang stres sama lont*. Lu masukin itu lu ke barang dia. Waduh, hebat lu ya. Lu kasih dia apa?," tanya sang istri ke suami.

"Mana ada kasih apa-apa," jawab si suami.

"Dasar pelakor lu tahu enggak. Lont* anj*** kau. Laki orang aja lu mau. Sangkin enggak lakunya lu kayak gitu tahu enggak."

"Katanya lu cantik. Cantik harusnya bisa dapat yang lebih dong," tegas sang istri melihat kepada si pelakor yang coba menutupi wajahnya menggunakan kain berwarna krem.

Si suami kemudian berpindah tempat duduk dari depan TV ke bangku yang berada di belakangnya.

"Lu kurang aja suka jajan sana-sini," ucap sang istri.

"Istri lagi hamil lu kayak gitu. Lu sengaja hamilin gue supaya lu bisa enak-enakan sama dia kan."

"Enggak tahu diri lu jadi orang, tahu enggak?," kata sang istri kepada suaminya yang sudah kehabisan kata-kata sambil menggigit bibir bagian bawahnya.

Sang istri yang marah tidak habis pikir melihat si suami bisa enak-enakan di tempat lain bukan di rumah.

Sedangkan anak bini malah disuruh di rumah.

Tapi si suami malah pergi ke Berastagi membawa wanita lain jalan-jalan.

"Anak bini lu, lu bawa jalan-jalan enggak, hah. Bawa jalan-jalan enggak. Sama yang gitu aja mau lu. Udah dipakai berapa orang ini?," tanya si istri ke suami sambil menunjuk-nunjuk ke arah si pelakor.

Si istri kesal mengatakan ke suami bahwa si pelakor tidak mencintainya dan hanya mau uang saja.

"Dia cuma mau uang lu aja, lu mau. Coba lu kere, mana mau dia sama loe. Enggak mau kan. Coba lu tanya dia, kalau lu kere mau enggak dia sama lu?," tanya sang istri lagi.

Si pelakor yang menutupi wajahnya, bukannya mengakui kesalahan sudah memadu kasih dengan suami orang, dia malah coba menasihati sang istri yang menggerebek suaminya.

"Sudah kak, kau instrospeksi diri aja," kata si pelakor.

"Lu jangan suruh aku instrospeksi diri, lu ajalah yang instrospeksi diri."

"Enggak tahu malu lu. Kata lu hari itu enggak mau ganggu-ganggu laki gue lagi. Buktinya apa, buktinya apa?," tanya sang istri ke pelakor.

"Dia yang cinta sama aku, terserah dialah mau sama siapa," jawab si pelakor malu-malu sambil memainkan handphone.

Tak lama berselang, beberapa orang teman-teman si pelakor yang tidur di lantai disuruh bangun dan dilakukan pemeriksaan dan satu persatu mereka digeledah.

"Kau bukannya jaga anak di rumah," kata si istri ke pelakor.

"Kau jaga anak kau, kau pukuli enggak ada otak," jawabnya.

Si pelakor mengatakan, kalau si istri perempuan baik-baik seharusnya tidak begitu.

"Katanya cantik, tapi enggak laku kan," sindir si istri ke pelakor.

 "Lakulah aku sama laki kau," jawabnya.

"Cuma sama laki aku kau laku kan. Kan laki kau cinta sama aku. Lagian buat apalagi sama laki orang, kan udah ada lakimu," jawabnya lagi.

Si istri sempat bertanya ke si pelakor yang disebut-sebut punya pacar.

"Katanya lu punya pacar polisi, suruhlah sini tembak aku. Seberapa hebat sih bisa nembak aku. Aku mau lihat berapa hebat dia bisa nembak orang sembarangan," tanya si istri menantang selingkuhan suaminya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, datanglah teman dari Joni dan Hadi, Hendri, ke kamar kos dengan membawa makanan.

Kemudian dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Hendri ditemukan dari celana dalam Hendri 1 bungkus lipatan dari tisu.

Setelah dibuka lipatan tisunya, ternyata isinya 1 bungkus plastik klip yang berisikan 6 butir ekstasi.

Barang haram tersebut diduga akan digunakan mereka untuk pesta narkoba.

Atas peristiwa ini, WK melaporkan suaminya, HJ, ke Polsek Percut Sei Tuan.

Namun kasus yang dituduhkan perzinahan ke suaminya bersama perempuan lain tidak terbukti karena dalam pengerebekan ada 5 orang.

HJ dan TP bersama 3 rekannya justru dijerat dengan kepemilikan narkoba.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Luis yang dikonfirmasi mengatakan, benar ada kejadian tersebut.

"Benar. Namun tidak dijerat pasal perzinahan. Hingga saat ini masih dipriksa," katanya.

Sebagian artikel di atas telah tayang di Kompas.com dalam judul Demi Nikahi Perempuan Lain, Pria Ini Bunuh Ibu, Istri, dan 3 Anaknya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved