Virus Corona di Indonesia

Praktik Peredaran Surat Swab Tes Palsu di Bandara Soekarno Hatta Dikuak Polisi, Berikut Kronologinya

Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap kasus praktik peredaran surat swab tes palsu, 1 orang diamankan dalam kasus itu.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap kasus praktik peredaran surat swab tes palsu. Polisi mengamankan satu orang pelaku dalam kasus itu. 

TRIBUNJATIM.COM, TANGERANG - Polisi berhasil membongkar kasus praktik peredaran surat swab tes palsu.

Ada satu orang pelaku yang diamanakan pada kasus tersebut.

Berdasarkan penuturan polisi, berikut ini kronologi beredarnya surat swab tes palsu.

Dokumen kesehatan palsu itu beredar di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap kasus praktik peredaran surat swab tes palsu.

Polisi mengamankan satu orang pelaku dalam kasus itu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Adi Ferdian. Ia menjelaskan tersangka yang diamankan yakni berinisial FR (30).

"Hari ini kami mengungkap kasus terkait pemalsuan dokumen kesehatan yang diperlukan dalam perjalanan moda transportasi udara pada masa pandemi Covid-19," ujar Kombes Adi Ferdian di Mapolresta Bandara Soetta, Senin (10/8/2020).

Pesawat Tempur TNI AU Dikabarkan Tergelincir di Pangkalan Lanud Iswahjudi Magetan

Simulasi Masuk Sekolah di Malang, Sutiaji: Kami Ingin Tanamkan Kedisiplinan Pada Anak

Bacabup Sidoarjo Ahmad Amir Aslichin Resmi Gandeng Ainun Jariyah Maju Pilkada 2020: Cocok!

Kejadian tersebut berlangsung di Area Check In Keberangkatan Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Pada penerbangan Garuda Indonesia GA 656 Jakarta menuju Jayapura pada Rabu (15/7/2020) lalu.

"Pelaku mendapatkan surat hasil negatif swab PCR palsu yang tertulisnya Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede dari seseorang yang tidak pelaku kenal pada kelompok keagamaan yang diikuti yang bersangkutan," ucapnya.

Kombes Adi Ferdian menyatakan surat tersebut dapat dinyatakan palsu. Karena fasilitas Asrama Haji Pondok Gede terakhir operasional pada tanggal 30 Mei 2020.

"Kami pun langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akhirnya mengamankan tersangka," kata Kombes Adi Ferdian.

HUT Arema ke-33, Polresta Malang Kota Meminta Agar Aremania Tidak Lakukan Aksi Sweeping Kendaraan

8 Fakta Dukun Cabul di Buleleng Ngaku Bisa Hilangkan Guna-guna, Korban Disebut Kena Jaran Goyang

UK Petra Buka Dua Program Studi Baru, Internet of Things (IoT) dan Data Science and Analytics (DSA)

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved