Breaking News:

Janda Madiun Jual Gadis 15 Tahun ke Pria Hidung Belang, Ambil Untung Rp 200 Ribu: Buat Hidupi 3 Anak

Janda tiga anak ditangkap tim Satreskrim Polres Madiun. Demi menyambung hidup, ia tega jual gadis dibawah umur ke pria hidung belang lewat aplikasi.

SURYA/RAHARDIAN BAGUS
Janda mucikari gadis dibawah umur ditangkap tim Satreskrim Polres Madiun, Sabtu (1/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Teganya janda bernama Indrid Serli Mardiana (34) ini jual gadis berusia 15 tahun kepada pria hidung belang.

Karena perbuatannya itu, Serli ditangkap tim Satreskrim Polres Madiun.

Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini menjual gadis di bawah umur tersebut lewat aplikasi MiChat dan WhatsApp.

Soal Rumor Budi Sudarsono Bakal Merapat ke Persik Kediri, Pelatih Beri Klarifikasi: Kita akan Senang

Kisah Tragis Asmara Suami Brondong 13 Tahun, Ketegasan Istri Terungkap Saat Bulan Madu, Pilih Cerai

Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Aldo Febrianto, mengatakan janda yang menjadi muncikari ini ditangkap pada Sabtu (1/8/2020) sekira pukul 23.30 WIB.

Polisi mengungkap prostitusi online ini setelah sebelumnya mengamankan dua saksi korban yaitu perempuan yang dijual Serli.

Dua saksi korban itu, ditangkap saat sedang berkencan dengan pria hidung belang di sebuah penginapan di Kabupaten Madiun.

Tragis Ekonomi Warga Kampung 1001 Malam Surabaya Saat Pandemi, Mayoritas Pengamen: Mentok Rp 50 Ribu

UPDATE CORONA di Nganjuk Selasa 11 Agustus, Ada Tambahan 4 Kasus Positif, 130 Pasien Sudah Sembuh

“Saksi korban tindak prostitusi online diamankan di penginapan. Keduanya biasa dipanggil Nopek dan Cempreng,” kata Aldo, kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Nopek merupakan gadis di bawah umur berusia 15 tahun asal Kota Madiun. Sedangkan Cempreng merupakan perempuan berusia 20 tahun asal Magetan. Selama ini, keduanya bekerja sebagai pemandu lagu.

Saat ditangkap, keduanya mengaku dijual oleh Serli kepada para lelaki hidung belang. Serli menawarkan jasa esek-esek itu melalui aplikasi MiChat yang dikelola Serli.

Serli menjual Nopek dan Cempreng, masing-masing Rp 800 ribu untuk sekali kencan. Dari setiap transaksi, Serli mendapatkan keuntungan Rp 200 ribu, sisanya untuk dua korban.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved