Breaking News:

Warga Kampung 1001 Malam Surabaya Berharap Diakui, Minta Bantuan Gubernur Khofifah: Kami Bukan Hewan

Warga Kampung 1001 Malam Surabaya harap bisa diakui oleh Pemkot Surabaya. Minta bantuan Gubernur Khofifah Indar Parawansa: kami bukan hewan.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Pendiri Kampung 1001 Malam, Mbah Bedjo saat ditemui TribunJatim.com, Selasa (11/8/2020) Malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pilunya warga Kampung 1001 Malam Surabaya, di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ), mereka mentok mengantongi penghasilan Rp 50 ribu.

Mayoritas warga di sana bekerja sebagai pemulung atau pengamen jalanan.

Mirisnya lagi, mereka mengaku tak tersentuh oleh Pemkot Surabaya. 

Janda Madiun Jual Gadis 15 Tahun ke Pria Hidung Belang, Ambil Untung Rp 200 Ribu: Buat Hidupi 3 Anak

Madura Geger, Jenazah Ditemukan di Tengah Sawah, Mulut dan Hidung Korban Keluar Darah

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Pendiri Kampung 1001 Malam, Mbah Bedjo.

"Sejak pertama berdiri tepatnya tahun 1999, saya dan semua warga d isini tidak pernah mendapat pengakuan sebagai warga asli Surabaya dari Pemkot Surabaya," kata Bedjo kepada TribunJatim.com, Selasa (11/8/2020) di Kampung 1001 Malam Surabaya.

Pihaknya sangat berharap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dapat membantu warga dalam mendapatkan pengakuan sebagai warga Surabaya.

Soal Rumor Budi Sudarsono Bakal Merapat ke Persik Kediri, Pelatih Beri Klarifikasi: Kita akan Senang

Konteks tidak diakunya itu dijelaskan Bedjo, meski dirinya dan seluruh warganya punya KTP, namun domisilinya tidak beralamat di Kampung 1001 Malam, melainkan beralamat di kampung sebelah, yakni lasem lama dan lasem baru.

Potret warga Kampung 1001 Malam di malam hari, Selasa (11/8/2020).
Potret warga Kampung 1001 Malam di malam hari, Selasa (11/8/2020). (TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH)

"Jadi bisa dibilang seluruh KTP warga disini ikut numpang KK di kampung lasem lama dan lasem baru," terangnya.

Ia juga mengatakan, seharunya dirinya dan warganya patut diakui keberadaanya di Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved