Breaking News:

Penyelundupan Baby Lobster di Juanda

BREAKING NEWS - Lagi, Penyelundupan Baby Lobster Lewat Bandara Juanda Berhasil Digagalkan

Haeru Rojikin, asal Jalan MH Thamrin Banyuwangi diamankan petugas Avsec dan Satgaspam Bandara Juanda karena kedapatan membawa baby lobster

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
M Taufik/Surya
Petugas menunjukkan barang bktibaby lobster di Bandara Juanda, Senin (17/8/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pelaku penyelundupan baby lobster seolah tak pernah jera. Berulang lagi terbongkar, tetap saja mereka melancarkan aksi ilegalnya.

Yang terbaru, terbongkar lagi upaya penyelundupan baby lobster lewat Bandara Juanda, Senin (17/8/2020).

Haeru Rojikin, pria 44 tahun asal Jalan MH Thamrin Banyuwangi diamankan petugas Avsec dan Satgaspam Bandara Juanda karena kedapatan membawa 38.252 ekor baby lobster tanpa dokumen.

"Pelaku adalah penumpang Lion Air JT-791. Dia membawa koper warna abu-abu yang didalamnya berisi baby lobster jenis Pasir. Dibungkus dalam 39 plastik," kata Dansatgaspam Bandara Internasional Juanda Mayor laut ( T) Fery Hermawan kepada TribunJatim.com.

Ceritanya, pelaku bersama dua temannya tiba di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Sidorajo dengan menggunakan mobil Pajero warna Hitam Nopol B 805 HTK.

Palang Pintu Terbuka Saat Kijang Dihantam Kereta di Taman Sidoarjo, 4 Penumpang Tewas

RIBUT Netizen Tuding Ada Busana China di Uang Pecahan Rp75.000, Padahal Pakaian Adat Suku Tidung

Lelang VW Combi Terpanjang Rp 888 Untuk Charity di Taman Dayu Pandaan Pasuruan

Sekira pukul 06.10, dia masuk melalui pintu keberangkatan domestik. Sampai di pos pemeriksaan Rapid Test oleh KKP 1 Bandara, petugas mulai curiga.

Pukul 06.15 WIB Haeru masuk melalui pemeriksaan Xray no.3, kecurigaan petugas semakin kuat karena ada barang semacam baby lobster terdeteksi.

"Dia kemudian dibawa dan dimintai keterangan. Saat diperiksa, kopernya dibuka, memang berisi baby lobster. Dan yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen atas barang yang dibawanya itu," lanjutnya kepada TribunJatim.com.

Pelaku kemudian diamankan, dan barang buktinya dibawa ke kantor BKIPM untuk dilakukan penghitungan. Hasilnya diketahui jumlahnya 38.252 ekor, dengan rincian 38 plastik besar masing-masing berisi 1.000, dan 1 plastik kecil berisi 252. Barang itu nilanya sekira Rp 3.825.200.000.

"Barang bukti itu kemudian kita serahkan kepada Kasi Pengawasan, Pengendalian Dan Informasi Balai KIPM Surabaya I untuk proses lebih lanjut. Termasuk pelakunya juga diproses di BKIPM," urai Fery Hermawan.(ufi/Tribunjatim.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved