Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Tenaga Pendidikan Surabaya Diminta Kembali WFH: Mulai Hari Ini

Guru dan tenaga pendidikan di bawah lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya kembali WFH. Cegah adanya klaster Covid-19 baru.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mulai Selasa (18/8/2020) hingga pemberitahuan lebih, lanjut seluruh guru dan tenaga pendidikan di bawah lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya kembali bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Hal ini merupakan respon atas permohonan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya, agar Pemkot Surabaya memberikan kebijakan WFH bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah untuk mencegah adanya klaster virus Corona ( Covid-19 ) baru di sekolah.

Melalui surat edaran bernomor 800/7311/436.8.3/2020 yang dikeluarkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tertanggal 15 Agustus kepada kepala SMP dan SD negeri serta swasta se-Surabaya, seluruh pegawai sekolah, guru, dan tenaga kependidikan diminta untuk melaksanakan tugas kedinasan di rumah.

5 SMA dan SMK di Situbondo Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Terapkan Protokol Kesehatan

Tegakkan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19, Inpres Nomor 6 tahun 2020 Mulai Diterapkan di Sampang

Kemudian tidak mengadakan kegiatan di sekolah. Dan terakhir agar mengatur jadwal piket pegawai selama masa pelaksanaan tugas kedinasan di rumah.

Surat tersebut ditindaklanjuti Kepala Dindik Surabaya, Supomo dengan surat pengantar yang ditandatangani Senin (17/8/2020). Isinya pelaksanaan tugas kedinasan di rumah itu berlaku mulai Selasa (18/8/2020) hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti yang selama ini memantau jalannya pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berharap dengan kebijakan ini, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugasnya dengan mengajar di rumah.

Tegakkan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19, Inpres Nomor 6 tahun 2020 Mulai Diterapkan di Sampang

Viral 8 Wanita Berfoto Sambil Duduki Kain Merah dan Putih, Dihujat Netizen, Ada Video Klarifikasinya

"Karena para siswa butuh layanan PJJ dan pastinya butuh konsep pengajarn PJJ yang efektif. Komunikasi dengan orang tua juga harus dibangun sehingga PJJ bisa efektif dan tidak saling membebani,"ujarnya.

Kesempatan ini juga diharapkan tidak menjadi peluang para guru untuk keluar rumah. Sehingga bisa optimal menjaga stamina dan kesehatannya sampai pembelajran berjalan normal kembali.

"Kalau memang harus kelur rumah kami harap tetap mengutamakan protokol kesehatan,"urainya.

Iapun meminta agar kebijakan guru bertugas dari rumah tidak berlangsung lama. Hanya 14 hari mendatang. Sesuai dengan masa inkubasi virus korona jenis baru tersebut.

"Kemudian pihak sekolah juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mensterilkan lingkungan sekolah dengan menyemprot disinfektan," ucapnya.

Di sisi lain, guru-guru hasil tracing diwajibkan untuk dites swab langsung. Tidak hanya dengan rapid test. ’’Harapannya ketika kurva penularan pandemi turun akan lebih siap lagi saat berada di zona kuning untuk pembelajaran tatap muka,’’ tambah Reni.

Peulis: Sulvi Sofiana

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved