Breaking News:

Pemkot Batu dan Pedagang Perlu Intensifkan Komunikasi

- Komunikasi yang baik dan terbuka harus dijalin antara Pemerintah Kota Batu dengan para pedagang Pasar Besar Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Benni Indo/Surya
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berada di tengah-tengah forum terbuka menjelaskan tentang ihwal rencana pembangunan Pasar Besar Batu, Selasa (18/8/2020). Ia menegaskan, pembangunan pasar menjadi cita-citanya yang harus terwujud selama ia menjabat sebagai wali kota. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Komunikasi yang baik dan terbuka harus dijalin antara Pemerintah Kota Batu dengan para pedagang Pasar Besar Batu.

Hal itu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun konflik dalam proses rencana revitalisasi pasar. Komunikasi yang kurang baik ditengarai menjadi pangkal persoalan antara Pemkot Batu dengan pedagang selama ini.

Hal tersebut diketahui ketika Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menghadiri undangan Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Batu untuk berdialog mengenai masa depan pasar.

Dewanti datang langsung ke Pasar Besar Batu, tempat diadakannya dialog tersebut. Dewanti didampingi Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Eko Suhartono serta Kepala Badan Keuangan Daerah, M Chori.

Sedangkan dari HPP, hadir Ketua HPP, Faizi Rohmi, lalu Wakil Ketua HPP Johan Bambang Irawan dan Sekretaris HPP, Arief Setyawan. Para Pimpinan DPRD Kota Batu juga turut hadir termasuk Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama juga datang dalam satu forum terbuka.

Dalam forum terbuka itu, para pedagang bisa mendengarkan langsung pemaparan dari Pemkot Batu. Pun sebaliknya, Pemkot Batu bisa mengetahui hal-hal yang diharapkan oleh para pedagang.

2 Pohon Tua Tumbang, Akses Jalan Lumajang-Malang Terapkan Buka Tutup: Waspada Kilometer 53-59

Kabupaten Malang Zona Oranye, Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Bakal Digelar September

Heboh Remaja Lumajang Hilang saat Mandi di Sungai, Tim Rescue BPBD Kesulitan Temukan Tubuh Korban

“Alhamdulillah ini pertemuan pertama yang formal, sebetulnya beberapa kali sudah bertemu tapi tidak formal. Saya rasa ini awal yang sangat bagus, satu intinya, informasi yang kurang jelas dan tidak pas yang mereka terima, sehingga dipersepsikan sendiri oleh mereka,” ujar Dewanti setelah menghadiri dialog, Selasa (18/8/2020).

Dijelaskan Dewanti, jika proses pembangunan pasar terbuka, maka tidak akan ada jalan buntu yang ditemui. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat, khususnya para pedagang bisa mengetahui dengan jelas proses-prosesnya.

Dewanti pun menyebut persoalan belum sepenuhnya selesai dalam satu dialog saja. Masih akan ada dialog-dialog berikutnya bersama para pedagang di kemudian hari.

“Bukan persoalan sudah selesai. Informasi ini harus disampaikan jelas agar tahap berikutnya lancar. Persoalan akan terus ada sampai pembangunan ini selesai. Tetapi paling tidak para pedagang sudah jelas semua. Informasi, situasi dan kondisi, itu yang penting,” tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved