Breaking News:

Virus Corona di Magetan

Pintu Pendakian Gunung Lawu di Malam Satu Suro Ditutup, Cegah Penyebaran Covid-19

Ratusan pendaki Gunung Lawu terpaksa mengurungkan niatnya merayakan malam satu Suro, di puncak Gunung Lawu, Kabupaten Magetan.

Surya/ Doni Prasetyo
Komandan Distrik Militer (Kodim) 0804 Magetan Letkol Inf Tri Widodo dan Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana memasangkan masker kepada pendaki yang batal naik ke puncak Gunung Lawu, Rabu (19/8). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ratusan pendaki Gunung Lawu terpaksa mengurungkan niatnya merayakan malam satu Suro, di puncak Gunung Lawu, Kabupaten Magetan.

Pasalnya, aparat setempat menutup pintu pendakian Cemorosewu, di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sebagai antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Namun sayang, koordinasi antar pengelola obyek wisata Gunung Lawu yang dilakukan PT Perhutani tidak satu suara, pintu pendakian Cemorosewu ditutup, tapi pintu pendakian Cemorokandang, di Desa Gondosuli, dan pintu pendakian Candi Cetho, di Desa Gumeng, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tetep buka.

"Kita akan koordinasikan dengan PT Perhutani sebagai pengelola obyek wisata Gunung Lawu ini," kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana saat meronda penutupan pintu pendakian Cemorosewu bersama Komandan Distrik Militer (Kodim) 0804 Magetan Letkol Inf Tri Widodo kepada Surya, Rabu (19/8).

Dikatakaan Festo, setiap malam satu Suro, yang merupakan hari pertama kalender Jawa, bertepatan dengan 1 Muharram kalender hijriyah 1442, di puncak gunung berketinggian 3265 dpl itu selalu dipenuhi warga dari berbagai daerah.

Keluarga Syok Jenazah Gadis ABG yang Dimandikan Hidup Lagi, Akhir Pilu 1 Jam Kemudian, Sakit Terkuak

Video Ayah Tiri di Ponorogo Nodai Putrinya Viral, Fakta Tak Terduga Terungkap: Cari Mangsa Lain

Evi Masamba Ungkap Rumah Keluarga di Kampung Halamannya Rata dengan Tanah, Jualan di Pinggir Jalan

"Kita koordinasikan dengan Perhutani sebagai pengelola obyek wisata Gunung Lawu ini untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada para pendaki yang harus diperhatikan. Tidak hanya dari pendaki tapi juga pengelola yg harus disiplin menerapkan prokes," ujar AKBP Festo.

Kecuali itu, lanjut Festo, penerapan physical distancing (jaga jarak) juga harus diperhatikan pendaki, agar tidak menciptakan kerumunan. Karena kalau sampai terjadi kerumunan, itu rawan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Mekanisme pendaftaran maupun pendakian bisa dipersiapkan pengeloa dan pendaki, supaya yang berlaku benar benar bisa disiplin sesuai dengan protokol kesehatan," kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana kepada TribunJatim.com.

Selain melongok penutupan pintu pendakian puncak Gunung Lawu di Cemorosewu, Komandan Distrik Militer (Kodim) 0804 Magetan Letkol Inf Tri Widodo dan Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana juga sosialisasi prokes dengan membagi bagikan masker kepada warga Cemorosewu dan pendaki yang berkerumun di pintu pendakian.

Bahkan kedua pejabat keamanan itu juga membagi bagikan bingkisan sembako kepada warga setempat dan pedagang makanan keliling yang banyak berada di obyek wisata Cemorosewu.

Sementara Mandor Wisata Cemorosewu PT Perhutani BKPH Lawu DS, Paijo akan koordinasi pengelola pintu pendakian Cemorokandang dan Candi Cetho, Jawa Tengah, agar bisa satu suara untuk menutup pintu pendakian yang saat ini belum dilakukan penutupan.

"Memang belum dilakuan penutupan di kedua pintu pendakian, namun jumlah pendaki sudah dilakukan pembatasan. Untuk Cemorokandang hanya memperbolehkan 350 pendaki yang muncak, sedang Candi Cetho, maksimal 500 pendaki," ata Paijo singkat.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved